Popularitas Anjlok, Macron Mengubah Gaya Kepresidenan

Kompas.com - 29/08/2017, 11:32 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron AFP/Hristo RusevPresiden Prancis Emmanuel Macron
|
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis, Emmanuel Macron, dilaporkan memutuskan untuk mengubah gaya kepresidenannya setelah anjloknya popularitasnya ke tingkat terendah.

Ketika baru menjabat, Macron menampilkan citra yang angkuh dan dingin sebagai “Jupiter in chief” di mana dia hanya akan berbicara seperlunya dan lebih memilih menggunakan bahasa simbol atau tubuh.

Macron juga menjadi sasaran kritik karena dia membatasi interaksi dengan wartawan dan meminta menteri-menterinya untuk tidak perlu berbicara banyak ke kuli tinta.

Namun semua itu berakhir dalam hitungan tiga bulan. Tiba-tiba saja Macron mengumumkan bahwa dia akan berbicara rutin ke publik minimum dua kali sebulan.

Salah satu media yang dipilih adalah menggunakan radio. Presiden termuda Perancis itu juga meminta menteri-menteri, anggota parlemen dari partainya untuk berbicara seramah mungkin ke media terutama menjelaskan program dan capaian pemerintah.

Baca: Lima Hal tentang Emmanuel Macron, Presiden Baru Perancis

Macron baru saja menggelar wawancara panjang dengan tiga harian terkemuka Perancis, Le Monde, L’Obs dan Ouest-France ketika dia menggelar kunjungan ke Eropa Timur.

Ini merupakan wawancara off the record pertama dengan media sejak dia dilantik. Dia juga dilaporkan akan lebih sering menggelar wawancara bergaya ini ke media cetak.

Perubahan sikap Macron menjadi bahan olok-olokan.

Politisi berusia 39 itu disebut telah menjilat ludahnya sendiri karena ketika berkampanye dia menyindir pendahulu dan mentor politiknya mantan presiden Francois Hollande yang menurutnya terlalu dekat dan ramah dengan wartawan.

“Ketika anda seorang presiden, sebaiknya tidak terlalu banyak meluangkan waktu dengan wartawan” sindir Macron ketika itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X