Kompas.com - 29/08/2017, 07:24 WIB
Personil anggota militer Amerika Serikat berlari sambil mengibarkan bendera negaranya. (Foto: Ilustrasi) CNNPersonil anggota militer Amerika Serikat berlari sambil mengibarkan bendera negaranya. (Foto: Ilustrasi)
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dua organisasi hak-hak sipil di Amerika Serikat, Senin (28/8/2017), mengajukan gugatan hukum hari terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang melarang transgender berdinas dalam militer.

Kedua gugatan menolak larangan yang dikemukakan Trump pada Juli lalu dan menuduhnya melanggar pasal lima UUD AS yang menjamin tiap warga mendapat perlindungan dan hak hukum yang sama.

"Presiden Trump mengesampingkan kebijakan ‘Open Service Directive’ yang ketat dan berdasar bukti, dan menggantinya dengan mitos dan stereotip yang merugikan, spekulasi yang kurang informasi, dan permusuhan terhadap transgender," demikian gugatan yang diajukan oleh American Civil Liberties Union (ACLU ).

Baca: AS Resmi Larang Kaum Transgender Berdinas di Militer

Pada Jumat pekan lalu, pemerintahan Trump mengirim sebuah memo ke Departemen Pertahanan AS berisi arahan untuk menerapkan larangan itu.

Kebijakan itu memberi Pentagon wewenang untuk memberhentikan anggota militer berdasarkan standar apakah mereka dapat dikirim ke zona perang atau mengambil bagian dalam misi lain.

Memo sama juga melarang militer menerima anggota baru yang transgender, dan akan mengakhiri pembiayaan bagi operasi medis perobahan kelamin bagi anggota militer yang transgender sekarang ini.

Trump dalam kicauannya di Twitter mendasarkan keputusannya pada apa yang ia katakan "sangat besarnya biaya medis dan gangguan yang ditimbulkan transgender pada militer."

Keputusan Trump itu dikeluarkan setahun setelah Pentagon di bawah mantan Presiden Barack Obama mengumumkan anggota militer transgender boleh berdinas secara terbuka.

Baca: Trump Tutup Peluang Kaum Transgender di Militer AS, Apa Selanjutnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.