Kenya Mulai Larang Kantong Plastik, Ancaman Denda Rp 500 Juta

Kompas.com - 28/08/2017, 19:27 WIB
Seekor sapi di samping kantong plastik di lokasi pembuangan Kota Ngong, 30 kilometer barat daya Nairobi, Kenya, pada 24 Agustus 2017. AFP/SIMON MAINASeekor sapi di samping kantong plastik di lokasi pembuangan Kota Ngong, 30 kilometer barat daya Nairobi, Kenya, pada 24 Agustus 2017.
EditorGlori K. Wadrianto

NAIROBI, KOMPAS.com - Larangan kantong plastik mulai berlaku di Kenya sejak Senin (28/8/2017). Upaya ini dilakukan untuk memperlambat laju polusi.

Dalam regulasi itu, para pelanggarnya dapat dikenai denda yang besar, hingga hukuman penjara.

Larangan penggunaan, pembuatan, serta impor kantong plastik diberlakukan setelah Pengadilan Tinggi Kenya mengeluarkan keputusannya.

Sebelumnya, kelompok importir mengajukan upaya hukum dengan mengklaim bahwa pekerjaan akan hilang dan mata pencarian warga pun terancam, jika aturan itu diberlakukan.

Sebelum Kenya, puluhan negara telah melakukan pembatasan serupa. Namun aturan baru di Kenya sangat sulit. 

Sebab, denda yang ditetapkan mencapai 38.000 dollar AS atau mencapai Rp 500 juta, dan hukuman penjara hingga empat tahun.

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan, supermarket Kenya membagikan 100 juta kantong plastik setiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AFP memberitakan,  Kepala UNEP Erik Solheim menyebut larangan tersebut sebagai langkah penting yang besar untuk mengakhiri pencemaran plastik.

Kebingungan dan antrean

Aturan ini pertama kali diumumkan pada bulan Februari. Namun diskors selama enam bulan untuk memungkinkan konsumen dan pemilik toko Kenya menyesuaikan diri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X