Kompas.com - 28/08/2017, 19:27 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

NAIROBI, KOMPAS.com - Larangan kantong plastik mulai berlaku di Kenya sejak Senin (28/8/2017). Upaya ini dilakukan untuk memperlambat laju polusi.

Dalam regulasi itu, para pelanggarnya dapat dikenai denda yang besar, hingga hukuman penjara.

Larangan penggunaan, pembuatan, serta impor kantong plastik diberlakukan setelah Pengadilan Tinggi Kenya mengeluarkan keputusannya.

Sebelumnya, kelompok importir mengajukan upaya hukum dengan mengklaim bahwa pekerjaan akan hilang dan mata pencarian warga pun terancam, jika aturan itu diberlakukan.

Sebelum Kenya, puluhan negara telah melakukan pembatasan serupa. Namun aturan baru di Kenya sangat sulit. 

Sebab, denda yang ditetapkan mencapai 38.000 dollar AS atau mencapai Rp 500 juta, dan hukuman penjara hingga empat tahun.

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan, supermarket Kenya membagikan 100 juta kantong plastik setiap tahunnya.

AFP memberitakan,  Kepala UNEP Erik Solheim menyebut larangan tersebut sebagai langkah penting yang besar untuk mengakhiri pencemaran plastik.

Kebingungan dan antrean

Aturan ini pertama kali diumumkan pada bulan Februari. Namun diskors selama enam bulan untuk memungkinkan konsumen dan pemilik toko Kenya menyesuaikan diri.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.