Usai Topan Hato, Giliran Badai Pakhar Hantam Hongkong dan Makau - Kompas.com

Usai Topan Hato, Giliran Badai Pakhar Hantam Hongkong dan Makau

Kompas.com - 27/08/2017, 11:49 WIB
Topan Hato menyebabkan ombak laut meninggi di Zhuha, Provinsi Guangdong, Cina.

AFP Topan Hato menyebabkan ombak laut meninggi di Zhuha, Provinsi Guangdong, Cina.

HONGKONG, KOMPAS.com - Badai besar kembali melanda Hongkong dan Makau, Minggu (27/8/2017). Badai itu datang hanya beberapa hari setelah topan menghantam wilayah di China selatan tersebut, dan merenggut 18 nyawa.

Baca: Topan Hato Melemah setelah Tewaskan 16 Orang di China Selatan

Kedua kota tersebut menetapkan status tingkat peringatan tertinggi ketiga, pada Minggu dini hari, setelah badai tropis "pakhar" terjadi di wilayah tersebut.

Badai terjadi ketika para pekerja tanggap darurat tengah berjuang membenahi dampak bencana serupa yang terjadi pada Rabu lalu. 

Seperti diberitakan AFP, maskapai penerbangan Hongkong Cathay Pacific dan Cathay Dragon membatalkan 50 penerbangan hari ini. Jumlah pembatalan dan penundaan itu diperkirakan masih akan bertambah, seiring dengan perkembangan cuaca. 

Selain itu, semua layanan feri di Hongkong pun dihentikan.

Tingkat badai " Topan 8" ini biasanya akan menutup pasar saham Hongkong, sekolah, dan aktivitas bisnis.

Tercatat, angin bertiup hingga kecepatan 130 kilometer per jam. Badai Pakhar ini dinamai dari nama ikan air tawar di Sungai Mekong.

Badai Pakhar menghantam China selatan, setelah Makau yang hancur akibat hantaman topan Hato

Baca: Topan Hato Tewaskan 3 Orang di Makau, Hongkong Jadi Kota Mati

Jumlah korban tewas di Makau mencapai 10 jiwa. Pemerintah setempat dihujani kritik, karena dinilai tak siap menghadapi bencana itu. 

Delapan orang lainnya diketahui meninggal akibat Topan Hato di Provinsi daratan China yang bertetangga dengan wilayah Guangdong.

Hongkong dan Makau sama-sama menaikkan peringatan "Topan 10" yang merupakan tingkat peringatan paling parah minggu lalu.

Badai dengan kekuatan sedemikian besar telah tiga kali menghantam Hongkong dalam 20 tahun terakhir.

Di Macau, topan ini menjadi yang terbesar dalam 53 tahun terakhir. Data itu dilansir pemerintah kota setempat. 

Badai Pakhar, yang juga membawa hujan deras diperkirakan akan bertahan hampir sepanjang hari Minggu ini. Angin bergerak ke Muara Sungai Mutiara, demikian keterangan Observatorium Hongkong.

Musim panas adalah musim topan untuk Hongkong.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X