AS Tidak Berencana Lakukan Intervensi Militer di Venezuela - Kompas.com

AS Tidak Berencana Lakukan Intervensi Militer di Venezuela

Kompas.com - 26/08/2017, 10:05 WIB
HR McMasterAFP HR McMaster

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -  Amerika Serikat sejauh ini tidak berencana untuk menggelar operasi militer di Venezuela, demikian pernyataan Penasehat Keamanan Nasional HR McMaster, seperti dikutip Politico, Jumat (26/8/2017).

McMaster menanggapi isu yang beredar terutama setelah Presiden AS, Donald Trump, awal bulan ini menyatakan tidak akan menutup kemungkinan menyerbu Venezuela yang sedang dilanda krisis politik berkepanjangan.

“Sejauh ini belum ada rencana intervensi militer, yang pasti keputusan AS akan selalu dikonsultasikan dengan negara-negara lain di kawasan” ucap McMaster.

Adapun AS baru saja menjatuhkan sanksi ekonomi ke negara kaya minyak yang dipimpin Nicolas Maduro itu.

AS mengecam pemerintahan Maduro yang semakin menjurus ke arah keditaktoran.

Baca: Venezuela Dilanda Kerusuhan Massal, Dua Pelajar dan Satu Aparat Tewas

Venezuela telah dilumpuhkan oleh krisis ekonomi yang berujung demonstrasi jalanan berkepanjangan sejak awal tahun ini.

Pengunjuk rasa menuntut Presiden Nicolas Maduro mengundurkan diri. Maduro, pengganti Hugo Chavez, sosok populer yang wafat tahun 2013, menolak tuntutan itu.

Malahan Maduro melancarkan aksi brutal dengan menahan pemimpin oposisi dan mengerahkan aparat bersenjata untuk membasmi demonstran.

Para demonstran dituduh sebagai agen asing yang ingin mengintervensi politik dalam negeri Venezuela.

Awal Agustus ini Maduro menggelar pemilu pembentukan Konstituante, dewan untuk merancang Undang-Undang baru Venezuela.

Baca: Presiden Termiskin di Dunia Sebut Presiden Venezuela "Gila seperti Kambing"

Konstituante diduga adalah upaya Maduro untuk mempertahankan kekuasaannya tanpa pemilu dengan membatalkan pemilu presiden yang dijadwalkan tahun depan.

Mayoritas negara di dunia menyangkal hasil pemilu Konstituante tersebut dan mengatakan Konstituante merupakan bentuk nyata kediktatoran Maduro.


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X