Kompas.com - 25/08/2017, 16:03 WIB
Rakhine utara, yang berbatasan dengan Banglades, telah menjadi medan konflik baru setelah serangan oleh kelompok militan Rohingya ke pos polisi pada Oktober 2016. Serangan terbaru terjadi lagi pada Jumat (25/8/2017) yang menyebabkan 32 orang tewas. AFPRakhine utara, yang berbatasan dengan Banglades, telah menjadi medan konflik baru setelah serangan oleh kelompok militan Rohingya ke pos polisi pada Oktober 2016. Serangan terbaru terjadi lagi pada Jumat (25/8/2017) yang menyebabkan 32 orang tewas.
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com - Setidaknya 32 orang, termasuk 11 personil keamanan, tewas saat gerilyawan Rohingya menyerang pos-pos keamanan perbatasan di Rakhine, Myanmar utara.

Panglima Tertinggi Myanmar,  Min Aung Hlaing, mengungkapkan tentang kejadian terbaru itu pada Jumat (25/8/2017) dan menyebutkan insiden itu sebagai kekerasan terburuk di negaranya.

Kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, Myanmar terbelah oleh sentimen religius yang berfokus pada warga minoritas Rohingya yang tak memiliki status kewarganegaraan.

Minoritas Rohingya yang beragama Islam itu dianggap sebagai imigran ilegal di negara dengan mayoritas penduduknya adalah Buddhis.

Beberapa minggu terakhir ini telah terjadi peningkatan ketegangan yang ditandai oleh pembunuhan di desa-desa terpencil. 

Baca: Myanmar Bunuh Tiga Terduga Militan Rohingya di Rakhine

Myanmar telah mengerahkan tentaranya lebih banyak ke daerah pedalaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Jumat ini, lebih dari 20 pos polisi diserang oleh sekitar 150 gerilyawan, beberapa membawa senjata dan menggunakan bahan peledak rakitan sendiri.

"Seorang tentara dan 10 polisi telah mengorbankan nyawa untuk negara ini," kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di Facebook.

Ia menambahkan, 21 gerilyawan juga tewas meski ada yang berhasil merebut senjata api dari aparat keamanan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.