Kompas.com - 25/08/2017, 16:03 WIB
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com - Setidaknya 32 orang, termasuk 11 personil keamanan, tewas saat gerilyawan Rohingya menyerang pos-pos keamanan perbatasan di Rakhine, Myanmar utara.

Panglima Tertinggi Myanmar,  Min Aung Hlaing, mengungkapkan tentang kejadian terbaru itu pada Jumat (25/8/2017) dan menyebutkan insiden itu sebagai kekerasan terburuk di negaranya.

Kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, Myanmar terbelah oleh sentimen religius yang berfokus pada warga minoritas Rohingya yang tak memiliki status kewarganegaraan.

Minoritas Rohingya yang beragama Islam itu dianggap sebagai imigran ilegal di negara dengan mayoritas penduduknya adalah Buddhis.

Beberapa minggu terakhir ini telah terjadi peningkatan ketegangan yang ditandai oleh pembunuhan di desa-desa terpencil. 

Baca: Myanmar Bunuh Tiga Terduga Militan Rohingya di Rakhine

Myanmar telah mengerahkan tentaranya lebih banyak ke daerah pedalaman.

Pada Jumat ini, lebih dari 20 pos polisi diserang oleh sekitar 150 gerilyawan, beberapa membawa senjata dan menggunakan bahan peledak rakitan sendiri.

"Seorang tentara dan 10 polisi telah mengorbankan nyawa untuk negara ini," kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di Facebook.

Ia menambahkan, 21 gerilyawan juga tewas meski ada yang berhasil merebut senjata api dari aparat keamanan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.