Melihat dari Dekat Kehidupan Porak Poranda Pengungsi Marawi

Kompas.com - 22/08/2017, 21:29 WIB
Ali Nur dan istrinya, Orick, 30th, mempunyai lima orang anak di pengungsian Marawi. 
Karim Raslan Ali Nur dan istrinya, Orick, 30th, mempunyai lima orang anak di pengungsian Marawi.
EditorAmir Sodikin


"DI hari pertama, kami tidak terlalu terganggu dengan suara tembak-tembakan itu. Marawi memang selalu kisruh dan panas hanya karena ada keributan keluarga, perebutan perempuan atau uang. Mereka punya istilah “rido” (membunuh demi menjaga kehormatan). Kalau “rido” yang terjadi maka polisi pun tidak akan repot-repot turun tangan.” 

Ali Nur, sopir becak berusia dua puluh lima tahun yang berbadan kekar dan penuh tato bercerita dengan terpatah-patah. Sambil melirik Orick, istrinya yang berusia tiga puluh tahun, Ali Nur mengusap kening dan mata lelahnya saat dia mulai mengisahkan usahanya menyelamatkan diri dari kekacauan Marawi.

Orick yang berdagang buah dan sayuran terlihat kurang ekspresif. Dia tampak peduli merawat salah satu dari lima anak mereka.

"Tetapi, hari kedua sewaktu pengeboman dimulai, itu benar-benar sangat menakutkan. Kami sadar sudah saatnya kami segera pergi menyelamatkan diri. Aliran listrik dibatasi sehingga kami tidak bisa mengisi baterai telepon genggam kami. Kami tidak punya makanan," kata Ali.

Menurut Ali, kelompok Maute mengirim orang-orangnya keluar mencari para lelaki untuk berperang. "Saya pun bersembunyi. Mereka bahkan mengutus anggota perempuannya untuk mendapatkan dan merekrut paksa penduduk,” lanjut Ali. 

Akhirnya, di hari ketiga, keluarga Ali bisa lolos. Ali tidak bisa membawa semua anak-anaknya menggunakan sepeda motor miliknya. Jadi, sepeda motor akhirnya dia tinggal dan memilih membawa anak dan istrinya naik truk. 

"Kami lalu berdesak-desakan menaiki truk Hilux milik ipar saya bersama dengan keluarga istri saya. Kami tidak membawa apapun kecuali baju yang melekat di badan kami,” kenang Ali. 

Tak ada lagi yang tersisa. Ali sudah kehilangan semuanya, termasuk uang 13.000 peso Filipina (sekitar Rp 3,3 juta). Rumah yang berada tepat di pusat kota di lingkungan Barangay Marinaut musnah dibakar.

"Saya melihatnya di TV. Saya mengutuk apa yang terjadi di Marawi. Saya tidak ingin kembali. Saya hanya ingin anak-anak saya bisa sekolah lagi. Saya menjual beberapa makanan kalengan yang biasa dibagikan di tempat penampungan setiap hari, untuk membayar sekolah anak-anak," kata Ali.

Kami berada sekitar 35 kilometer dari pusat pertempuran di Marawi, Mindanao. Di sini, tempat yang dijuluki sebagai "Kota Tenda", berdekatan dengan gedung Sekolah Menengah Atas yang masih berfungsi, terdapat 169 keluarga atau tepatnya 752 orang pengungsi.

Ali Nur menempatkan keluarganya jauh dari keramaian di aula gedung, yakni di beranda depan ruang kelas. Lokasi penampungan yang terletak di luar pusat industri kota Iligan, sesungguhnya terasa ganjil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X