Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Melihat dari Dekat Kehidupan Porak Poranda Pengungsi Marawi

Kompas.com - 22/08/2017, 21:29 WIB
Ali Nur dan istrinya, Orick, 30th, mempunyai lima orang anak di pengungsian Marawi. 
Karim Raslan Ali Nur dan istrinya, Orick, 30th, mempunyai lima orang anak di pengungsian Marawi.
EditorAmir Sodikin


"DI hari pertama, kami tidak terlalu terganggu dengan suara tembak-tembakan itu. Marawi memang selalu kisruh dan panas hanya karena ada keributan keluarga, perebutan perempuan atau uang. Mereka punya istilah “rido” (membunuh demi menjaga kehormatan). Kalau “rido” yang terjadi maka polisi pun tidak akan repot-repot turun tangan.” 

Ali Nur, sopir becak berusia dua puluh lima tahun yang berbadan kekar dan penuh tato bercerita dengan terpatah-patah. Sambil melirik Orick, istrinya yang berusia tiga puluh tahun, Ali Nur mengusap kening dan mata lelahnya saat dia mulai mengisahkan usahanya menyelamatkan diri dari kekacauan Marawi.

Orick yang berdagang buah dan sayuran terlihat kurang ekspresif. Dia tampak peduli merawat salah satu dari lima anak mereka.

"Tetapi, hari kedua sewaktu pengeboman dimulai, itu benar-benar sangat menakutkan. Kami sadar sudah saatnya kami segera pergi menyelamatkan diri. Aliran listrik dibatasi sehingga kami tidak bisa mengisi baterai telepon genggam kami. Kami tidak punya makanan," kata Ali.

Menurut Ali, kelompok Maute mengirim orang-orangnya keluar mencari para lelaki untuk berperang. "Saya pun bersembunyi. Mereka bahkan mengutus anggota perempuannya untuk mendapatkan dan merekrut paksa penduduk,” lanjut Ali. 

Akhirnya, di hari ketiga, keluarga Ali bisa lolos. Ali tidak bisa membawa semua anak-anaknya menggunakan sepeda motor miliknya. Jadi, sepeda motor akhirnya dia tinggal dan memilih membawa anak dan istrinya naik truk. 

"Kami lalu berdesak-desakan menaiki truk Hilux milik ipar saya bersama dengan keluarga istri saya. Kami tidak membawa apapun kecuali baju yang melekat di badan kami,” kenang Ali. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak ada lagi yang tersisa. Ali sudah kehilangan semuanya, termasuk uang 13.000 peso Filipina (sekitar Rp 3,3 juta). Rumah yang berada tepat di pusat kota di lingkungan Barangay Marinaut musnah dibakar.

"Saya melihatnya di TV. Saya mengutuk apa yang terjadi di Marawi. Saya tidak ingin kembali. Saya hanya ingin anak-anak saya bisa sekolah lagi. Saya menjual beberapa makanan kalengan yang biasa dibagikan di tempat penampungan setiap hari, untuk membayar sekolah anak-anak," kata Ali.

Kami berada sekitar 35 kilometer dari pusat pertempuran di Marawi, Mindanao. Di sini, tempat yang dijuluki sebagai "Kota Tenda", berdekatan dengan gedung Sekolah Menengah Atas yang masih berfungsi, terdapat 169 keluarga atau tepatnya 752 orang pengungsi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.