Kompas.com - 22/08/2017, 20:29 WIB
Mahkamah Agung India memutuskan bahwa perceraian keluarga Muslim dengan hanya mengucapkan kata talak tiga kali adalah praktik yang tidak sesuai dengan undang-undang di negara itu. Getty ImagesMahkamah Agung India memutuskan bahwa perceraian keluarga Muslim dengan hanya mengucapkan kata talak tiga kali adalah praktik yang tidak sesuai dengan undang-undang di negara itu.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Mahkamah Agung India menetapkan, perceraian secara instan dengan menyebut kata “talak” tiga kali oleh suami Muslim untuk melepaskan ikatan perkawinan sah dengan istrinya sebagai praktik “inkonstitusional”.

Menurut harian The Independent, Selasa (23/8/2017), Mahkamah Agung (MA) India menentang tradisi Islam yang ingin mengakhiri suatu perkawinan yang sah dengan hanya mengucakan kata “talak” sebanyak tiga kali.

MA menetapkan, tradisi perceraian yang dikeluhkan wanita Muslim itu memang “tidak konstitisional” atau tidak sesuai dengan undang-undang di India.

Langkah MA itu dinilai sebagai sebuah kemenangan besar kaum perempuan Muslim yang telah lama berpendapat bahwa hak-hak mereka untuk mendapatkan kesetaraan telah dilanggar.

Baca: MA India Kaji Ulang “Cerai Kilat dengan Ucapkan Talak Tiga Kali"

Kaum perempuan Muslim mengatakan, mereka telah ditinggalkan suami yang menceraikan mereka hanya dengan "talak tiga kali", termasuk lewat percakapan di Skype dan WhatsApp.

Tiga dari lima hakim di MA India yang menyidangkan sebuah kasus perceraian keluarga Muslim, yang menggugat legalitas "talak tiga", memutuskan hal itu sebagai  "inkonstitusional".

"Ini adalah kasus yang sensitif.  Kami mengarahkan ‘Union of India’ untuk mempertimbangkan undang-undang (UU) yang tepat dalam hal ini," kata hakim JS Khehar, saat mengumumkan penangguhan enam bulan atas praktik hukum perceraian tersebut.

"Pemerintah harus menemukan cara untuk membuat UU baru," kata tiga hakim tersebut dalam keputusan mereka, sementara dua hakim lainnya menolak.

Lebih dari 20 negara Muslim, termasuk Pakistan dan Banglades, telah melarang praktik tersebut.

Baca: "Talak Tiga" dan Perceraian Instan, Beban Berat Perempuan Muslim

Namun, di India, perceraian instan itu masih berlanjut dengan membiarkan komunitas Muslim, Kristen, dan Hindu untuk mengikuti hukum agamanya dalam mengatur pernikahan.

Koalisi wanita Muslim, Perdana Menteri Narendra Modi, dan partai nasionalis Hindu yang berkuasa satu pandangan dengan MA.

Namun, beberapa kelompok Muslim menentangnya, karena negara tidak seharusnya mencampuri urusan agama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X