Kompas.com - 22/08/2017, 09:15 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

SANTIAGO, KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi Cile, Senin (21/8/2017), menyetujui sebuah langkah untuk melunakkan larangan aborsi yang selama ini berlaku ketat di negara tersebut.

Langkah tersebut dilakukan dengan mendekriminalisasi prosedur dalam kasus-kasus tertentu.

Rancangan undang-undang tentang hal tersebut akan memungkinkan aborsi dalam kasus pemerkosaan, ancaman terhadap kehidupan ibu, atau cacat lahir yang mematikan.

Suara hakim terbelah dengan komposisi 6:4, yang berarti menggagalkan upaya partai konservatif yang menentang langkah reformasi tersebut.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal pengadilan Rodrigo Pica dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip AFP.

RUU tersebut sekarang dapat ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Michelle Bachelet, yang meluncurkan reformasi tersebut pada tahun 2015.

Baca: Tuntut UU Pernikahan Sejenis di Cile, Ribuan Orang Turun ke Jalan

"Hari ini kita kaum perempuan menaklukkan dasar baru untuk martabat, kebebasan, dan kesetaraan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kelompok hak reproduksi MILES menganggapnya sebagai keputusan bersejarah.

RUU tersebut mendapat perlawanan sengit dari kalangan konservatif. Mereka mengatakan bahwa aborsi melanggar hak hidup yang diatur dalam konstitusi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.