Kompas.com - 15/08/2017, 21:16 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MAZAR-I-SHARIF, KOMPAS.com - Kuburan massal berisi 40-an mayat warga sipil yang diduga dibantai oleh kelompok Taliban ditemukan, Selasa (15/8/2017). 

Penemuan itu terjadi setelah pasukan militer Afganistan berhasil merebut kembali desa tempat kuburan massal itu berada, dari tangan Taliban. 

Diduga, kelompok Taliban membunuh puluhan pria, wanita, dan anak-anak di Mirzawalang, sebuah desa berpenduduk mayoritas Syiah di Distrik Sayad, Provinsi Sar-e Pul.

Peristiwa itu terjadi pada 5 Agustus 2017 lalu, setelah kelompok Taliban mengalahkan milisi yang didukung pemerintah.

"Sejauh ini kami telah menemukan tiga kuburan massal di desa tersebut, yang berisi sisa-sisa dari total 42 orang."

"Termasuk tiga anak, dan beberapa dipenggal kepalanya," kata Zabihullah Amani, Jurubicara Gubernur Provinsi Sar-e Pul kepada AFP.

Dia mengatakan, ada 23 mayat ditemukan dalam satu kuburan, 11 di tempat lain, dan delapan di lubang lainnya.

"Mayoritas telah diidentifikasi sebagai warga sipil, sementara mungkin ada sejumlah kecil pasukan pemberontakan juga di antara mereka."

"Operasi pencarian akan berlanjut besok," kata Amani.

Penemuan tersebut terjadi setelah Nasratullah Jamshidi, Jurubicara Angkatan Darat Afganistan mengatakan pasukan negera itu telah merebut kembali desa itu.

Sebelumnya pecah pertempuran selama beberapa hari, yang mengakibatkan setidaknya 50 anggota kelompok Taliban tewas.

"Pasukan kita berada dalam kendali penuh atas desa tersebut dan sedang mencari ranjau Taliban dan jebakan lainnya," kata Nasratullah Jamshidi mengatakan kepada AFP.

Dawlat Waziri, Jurubicara Kementerian Pertahanan Afganistan, mengatakan, pasukan militer telah mendorong Taliban keluar dari desa itu sejak Senin siang.

Baca: Jenderal AS Yakin Rusia Pasok Senjata untuk Taliban Afganistan

 
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.