Kompas.com - 15/08/2017, 16:56 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Hassan Rouhani mengeluarkan ancaman keras, bahwa Iran akan meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 jika Amerika Serikat terus menerapkan sanksi baru.

Ancaman itu ditegaskan Rouhani dalam salah satu bagian pidato saat dia menyampaikan rencana kerjanya dalam masa jabatan baru sebagai Presiden Iran di hadapan parlemen.

Dalam sebuah pidato di Teheran, Selasa (15/8/2017) tersebut, Rouhani secara gamblang menyerang sosok Presiden AS Donald Trump.

"Saya akan menunjukkan kepada dunia, bahwa Amerika Serikat, bukan rekan yang baik," kata dia seperti dikutip AFP.

Rouhani mengungkapkan pernyataan tegasnya, setelah kesepakatan nuklir Iran berada dalam tekanan, menyusul pemberlakuan sanksi baru dari AS.

"Mereka yang mencoba kembali dengan gaya ancaman dan sanksi adalah tahanan dari delusi masa lalu mereka," kata Rouhani.

"Jika mereka ingin kembali ke pengalaman itu, pasti dalam waktu singkat -bukan berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tapi dalam hitungan jam dan hari, kita akan kembali ke situasi kita sebelumnya, yang jauh lebih kuat."

Rouhani mengatakan, sebenarnya Iran lebih memilih untuk tetap menggunakan kesepakatan nuklir.

Dia menyebut kesepakatan itu sebagai bentuk kemenangan untuk perdamaian, dan diplomasi dalam perang dan unilateralisme.

"Namun ini bukan satu-satunya pilihan," tegas dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.