Paus Minta "Brothers of Charity" Hentikan Tawaran Euthanasia

Kompas.com - 11/08/2017, 14:00 WIB
Paus Fransiskus Chatolic.orgPaus Fransiskus
EditorGlori K. Wadrianto

ROMA, KOMPAS.com - Badan amal Katolik Brothers of Charity mengaku mendapat perintah dari Pemimpin umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, untuk menghentikan praktik euthanasia di rumah sakit jiwa mereka.

Penghentian sudah harus dilakukan paling lambat akhir bulan ini, atau menghadapi sanksi pengusiran.

Dewan Direksi  Brothers of Charity, yang mengelola 15 rumah sakit di Belgia, menyetujui penggunaan euthanasia, pada musim semi lalu.

Mereka menganggap praktik pencabutan kehidupan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit itu adalah bagian dari praktik medis.

Sebelum ada persetujuan itu, rumah sakit setempat harus merujuk pasien yang meminta euthanasia ke klinik lainnya.

"Brothers of Charity menentang euthanasia," kata Jenderal Agung Brothers of Charity di Roma, Rene Stockman.

Seperti diberitakan AFP, Kamis (10/8/2017), Stockman tidak setuju dengan keputusan kantor pusat lembaga amal tersebut.

Dia pula yang mengeluhkan kebijakan itu kepada Vatikan.

"Kami memiliki penghormatan mutlak untuk hidup," kata dia.

Belgia melegalisasi euthanasia pada tahun 2002. Negara itu menjadi negara kedua di dunia setelah Belanda yang mengambil kebijakan semacam itu.

Belgia pun mencatat rekor 2.021 kasus euthanasia pada tahun 2015.

Bahkan undang-undang awal tentang hal itu telah diamandemen pada tahun 2014. Hal itu demi memungkinkan pelaksanaan euthanasia untuk anak di bawah umur yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Menurut Stockman, tiga pastor di dalam dewan yang menyetujui perintah euthanasia harus menandatangani surat bersama pada akhir bulan ini.

Ketiganya harus membuat pernyataan menolak praktik tersebut.

Anggota dewan awam lainnya juga harus mengeluarkan keputusan yang membalikkan keputusan yang mengizinkan euthanasia di rumah sakit dalam jaringan lembaga amal tersebut.

The Brothers of Charity, sebuah ordo religius yang berbasis di Roma dengan misi di lebih dari 20 negara di seluruh dunia, didirikan di Belgia pada tahun 1807.

Lembaga itu dibanguan untuk membantu orang miskin, dan mengelola sekolah, serta pusat perawatan penyandang cacat fisik di Belgia.

Rumah sakit di bawah badan ini merawat 5.000 pasien dengan 13.000 orang staf.

Baca: Untuk Pertama Kali, Paus Fransiskus Jadi Cameo di Sebuah Film

Dewan Direksi  Brothers of Charity, yang mengelola 15 rumah sakit di Belgia, menyetujui penggunaan euthanasia, pada musim semi lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X