Terdakwa Kudeta Pakai Kaus "Hero", Inikah Reaksi Presiden Erdogan?

Kompas.com - 08/08/2017, 05:00 WIB
Seorang mantan perwira pasukan khusus mengenakan kaus bertuliskan Hero ketika dibawa ke pengadilan. AFP PHOTOSeorang mantan perwira pasukan khusus mengenakan kaus bertuliskan Hero ketika dibawa ke pengadilan.
EditorGlori K. Wadrianto

MALATYA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, semua tersangka pelaku kudeta dan "teroris" harus mengenakan seragam cokelat saat dihadirkan ke pengadilan.

Seragam warna cokelat berupa jumpsuit --pakaian yang menggabungkan bagian atas dan celana tersebut, harus digunakan oleh mereka yang menghadapi dakwaan terlibat dalam upaya perebutan kekuasaan yang gagal pada Juli 2016.

"Teroris" lain harus mengenakan jaket dan celana.

Istilah tersebut biasanya digunakan oleh Presiden Erdogan ketika menyebut para pengikut ulama asal Turki yang kini tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, dan para anggota pemberontak Kurdi.

"Tidak akan ada lagi orang yang datang ke pengadilan dengan mengenakan pakaian semau mereka," tegas Erdogan dalam pidato di Malatya, Turki timur.

Langkah ini tampaknya diambil setelah seorang terdakwa mengenakan kaus bertuliskan "Hero" atau "Pahlawan" ketika dihadirkan di pengadilan.

Insiden itu kemudian disusul dengan penahanan hampir 30 orang yang mengenakan kaus bertuliskan "hero", sebagaimana dilaporkan oleh saluran televisi CNNTurk.

Erdogan mengatakan Turki harus membasmi "para pengikut Gulen" sampai ke akar-akarnya.

Mereka dituding berada di balik upaya kudeta yang menyebabkan setidaknya 260 orang meninggal dunia.

Para perwira yang membangkang berusaha menggulingkan Presiden Erdogan dan mengebom parlemen dalam aksi yang diwarnai pertumpahan darah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.