Kompas.com - 06/08/2017, 10:21 WIB
Taliban AFP PHOTOTaliban
EditorPascal S Bin Saju

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kelompok Tehreek-e-Taliban (TTP) di Pakistan baru-baru ini mempublikasikan untuk pertama kalinya majalah perempuan dengan menyerukan pada perempuan calon jihadis untuk bergabung dengan kelompok militan itu dan mengabdikan diri mereka demi tujuan jihad.

Menurut beberapa media lokal di Pakistan, majalah ‘’Sunnah-e-Khaula’’ – atau berarti ‘’Cara (Hidup) Khaula’’ – mengambil nama seorang pejuang perempuan muda pada era Nabi Muhammad SAW.

Majalah ini merupakan upaya lain Taliban untuk menjangkau jutaan perempuan Pakistan dan merekrut mereka demi tujuan kelompok militan itu, seperti dilaporkan Voice of America, Minggu (6/8/2017).

Di kolom saran majalah itu, kelompok militan ini meminta kaum perempuan untuk ‘’mendistribusikan literatur yang mencerminkan kewajiban jihad, mengatur kelas-kelas pelatihan fisik untuk sesama perempuan, belajar bagaimana mengoperasikan senjata secara sederhana dan belajar menggunakan granat.’’

Baca: Taliban Terapkan Hukuman Brutal, Tangan dan Kaki Pemuda Ini Dipotong

Meskipun majalah ini hanya dapat diakses oleh segelintir orang, berita tentang peluncurannya telah banyak beredar di media sosial Pakistan, sehingga semakin memperkuat jangkauan majalah ini dan menjadikan isi berita utama kini tersedia bagi sejumlah besar anak muda Pakistan.

Sejumlah pakar mengingatkan bahwa pelajar dan mahasiswa kelas menengah yang memiliki akses pada media digital lebih rentan teradikalisasi dibanding mereka yang sekolah di madrasah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taliban Pakistan, yang kehilangan banyak wilayah karena beragam operasi militer Pakistan, kini meningkatkan upaya dengan menggunakan platform media lain untuk mempromosikan dan mempropagandakan ideologi mereka.

‘’Di tangan ekstremis, media sosial adalah piranti yang efektif. Dalam berbagai sudut pandang, peluncuran majalah bagi perempuan oleh TTP ini penting,’’ ujar Profesor Khadim Hussain, pakar militansi di kawasan Afganistan dan Pakistan kepada Voice of America.

‘’Mereka menggunakan model yang efektif digunakan partai politik Islam Jamate Islami dan ekstremis mengikuti cara Hizbut Tahrir untuk menjangkah generasi baru,’’ tambah Hussain, penulis buku ‘’The Militant Discourse : Religious Militancy in Pakistan’’ itu.

Baca: Kelompok Taliban Pakistan Rilis Majalah Wanita, Apa Isinya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.