Kompas.com - 01/08/2017, 19:37 WIB
|
EditorErvan Hardoko

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Para aktivis dan penulis Malaysia, Selasa (1/8/2017), mengecam pemerintah yang melarang peredaran buku yang mempromosikan Islam moderat.

Buku berjudul Breaking The Silence: Voices of Moderation Islam in A Constitutional Democracy itu adalah kumpulan esai yang dipublikasikan sebuah organisasi Muslim Malaysia yang mempromosikan toleransi dalam Islam.

Keputusan pelarangan buku itu ditandatangani Deputi PM Ahmad Zahid Hamidi yang menyebut mencetak atau memiliki buku tersebut melanggar hukum dan memicu opini publik.

Dan siapa saja yang melanggar keputusan terkait buku yang diterbitkan di Singapura itu terancam hukuman penjara maksimal tiga tahun.

Baca: Politisi Malaysia: Istri Lecehkan Suami jika Tolak Ajakan Bercinta

Pemerintah Malaysia kerap melarang peredaran buku, film, dan lagu yang dianggap mengandung materi tentang seks dan agama.

Namun, sejumlah kalangan menilai pelarangan dan sensor yang dilakukan pemerintah Malaysia jauh lebih ketat dalam beberapa tahun belakangan ini.

Buku itu merupakan hasil karya sekelompok mantan pejabat negara dan diplomat yang dikenal dengan julukan "G25", sesuai jumlah pendiri kelompok ini.

Kelompok itu dibentuk untuk melawan intoleransi dan sejumlah esai dalam buku tersebut ditulis anggota "G25".

Chandra Muzaffar, salah satu penulis dalam buku itu, mengatakan, larangan itu menunjukkan pemerintah justru mempertontonkan "Islam yang otoriter".

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.