Bikin Status Facebook soal Kambing Mati, Jurnalis Banglades Ditangkap

Kompas.com - 01/08/2017, 18:43 WIB
Ditahan. shutterstockDitahan.
|
EditorErvan Hardoko

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Banglades, Selasa (1/8/2017), menangkap seorang jurnalis karena dituduh menghina seorang menteri lewat status Facebook-nya terkait "kematian seekor kambing".

Abdul Latif Morol, jurnalis sebuah harian regional berbahasa Bengali, ditangkap di kota pesisir Dumuria pada Selasa dini hari.

Dia ditangkap setelah seorang jurnalis dari harian rivalnya melaporkan Abdul Latif karena dianggap melanggar undang-undang internet Banglades.

"Pelapor menyebut Morol telah menghina menteri urusan perikanan dan peternakan Narayan Chandra Chanda lewat statusnya di Facebook," kata kepala kepolisian Dumuria, Sukumar Biswas.

Baca: Akibat Meliput Demonstrasi Anti-Trump, 6 Jurnalis Ditahan

Menteri Chanda adalah tamu utama dalam sebuah acara yang digelar departemen peternakan di kota Dumuria akhir pekan lalu.

Dalam acara itu, pemerintah menyumbangkan berbagai hewan ternak seperti kambing, ayam, dan bebek kepada rakyat miskin.

Namun, menurut media setempat, seekor kambing yang disumbangkan itu kemudian mati. Peristiwa inilah yang ditulis Morol lewat akun Facebook-nya.

"Kambing sumbangan menteri negara di pagi hari, mati pada malam harinya," kata Biswas menirukan kalimat dalam status Facebook yang ditulis Morol.

Pelapor menyebut, kalimat yang digunakan Morol ditujukan untuk menghina sang menteri secara "personal dan sosial" karena yang harus disalahkan adalah pejabat lokal bukan sang menteri.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X