Kompas.com - 31/07/2017, 10:19 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Ludovic-Mohamed Zahed telah mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan hak kaum homoseksual dalam Islam.

Perjuangan itu tentu berat dan berisiko. Butuh waktu hingga satu dekade baginya untuk meyakinkan keluarga

Zahed yang berasal dari keluarga imigran Tunisia, harus membuktikan bahwa meski seorang homoseksual, manusia tak layak dihina dan dipukuli seperti anjing.

Dia justru menekankan bahwa kaum gay tetap bermartabat, dan sekaligus dapat menjadi Muslim yang taat.

Pendiri Homosexual Muslims of France ini membangun  masjid inklusif di Paris pada tahun 2012.

Zahed mengatakan, masyarakat Muslim secara historis seharusnya lebih toleran terhadap homoseksualitas dibandingkan agama lain. 

Atas pilihan hidupnya itu, Zahed pun menghadapi banyak masalah, termasuk ancaman.

Ancaman yang dihadapinya tidak sedikit. Di Perancis, Zahed kerap meneriman pesan-pesan melalui akun Facebook, yang menudingnya telah menodai Islam.

Ada pula yang menyebut Zahed seharusnya terbakar di neraka.

Pada tahun 2011, Zahed menikahi pasangannya. Ibunya, menghadiri pernikahan mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.