AS dan Sekutunya Kecam Iran, Desak Hentikan Uji Coba Rudal

Kompas.com - 29/07/2017, 08:08 WIB
Warga Iran berpose di depan roket satelit Simorgh selama perayaan untuk memperingati 37 tahun Revolusi Iran di Teheran, 11 Februari, 2016. AFP/Atta KenareWarga Iran berpose di depan roket satelit Simorgh selama perayaan untuk memperingati 37 tahun Revolusi Iran di Teheran, 11 Februari, 2016.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com  - Amerika Serikat ( AS) dan tiga sekutunya di Eropa mendesak Iran untuk menghentikan semua aktivitas rudal balistik setelah Teheran menguji peluncuran roket satelit, yang  oleh Washington dikecam sebagai tindakan "provokatif".

"Kami mengecam tindakan itu," demikian sebuah pernyataan bersama AS, dan sekutunya Inggris, Perancis, dan Jerman untuk merespons uji coba yang dilakukan Iran pada Kamis (27/7/2017), demikian dilaporkan kantor berita Perancis, AFP, Sabtu (29/7/2017).

Menurut AS dan sekutu-sekutunya, uji coba rudal balistik oleh Iran tersebut telah melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca: Inilah "Satelit Tikus" Iran yang Bikin AS Sewot

"Program Iran untuk mengembangkan rudal balistik tidak bersesuaian dengan resolisi PBB 2231 dan memiliki dampak yang bisa membuat kawasan tidak stabil. Kami mendesak Iran untuk tidak lagi melakukan peluncuran rudal balistik berikutnya serta kegiatan terkait."

Dalam video yang ditayangkan televisi nasional Iran sebelumnya, sebuah rudal balistik diluncurkan dari pangkalan luar angkasa di Provinsi Semnan, Iran, Kamis (27/7/2017).

Kendaraan peluncur bernama Simorgh itu dilaporkan dapat melontarkan satelit seberat 250 kg hingga di ketinggian 500 kilometer di atas permukaan bumi.

AS, Jumat (28/7/2017), menerapkan sanksi baru yang menargetkan program rudal balistik Iran, sehari setelah Teheran menguji roket peluncuran satelit.

Departemen Keuangan AS menarget enam perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh Shahid Hemmat Industrial Group (SHIG), yang menurut AS penting bagi program rudal Republik Islam tersebut.

Washington membekukan aset enam perusahaan itu di AS dan melarang setiap warga AS untuk berhubungan dengan mereka.

Lembaga keuangan asing bisa menghadapi sanksi tegas jika mereka berurusan dengan entitas yang dikenai sanksi tersebut, demikian Depkeu AS menambahkan.

SHIG sudah berada di bawah sanksi PBB, AS dan Uni Eropa.

Baca: Iran Luncurkan Roket Pengorbit Satelit

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X