AS Sumbang 2 Pesawat Pengintai untuk Pantau Teroris di Marawi

Kompas.com - 27/07/2017, 20:14 WIB
Pasukan Rangers Filipina mengambil posisi di salah satu sudut kota dalam misi memerangi kelompok militan Maute yang menduduki kota Maute. NOEL CELIS / AFP Pasukan Rangers Filipina mengambil posisi di salah satu sudut kota dalam misi memerangi kelompok militan Maute yang menduduki kota Maute.
EditorGlori K. Wadrianto

MANILA, KOMPAS.com - Amerika Serikat menyumbangkan pesawat pengintai dan mulai mengirimkan senjata ke Filipina untuk membantu perlawanan terhadap kelompok militan di selatan negeri itu.

Diberitakan AFP, dua pesawat Cessna C208B, lengkap dengan peralatan bernilai lebih dari 30 juta dollar AS, dapat dipakai melacak geromboloan teroris yang kini kian terdesak itu.

Duta Besar AS untuk Filipina, Sung Kim dan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengungkapkan informasi itu, Kamis (27/7/2017).

"Pesawat ini adalah yang terbaru, manifestasi dari kemitraan kedua negara. Kami berjuang bersama mengatasi kesulitan bersama," kata Kim dalam upacara serah terima di Manila.

Bantuan ini merupakan bentuk dukungan terbaru Washington kepada Presiden Rodrigo Duterte dalam membasmi teroris yang beraksi di Marawi dalam dua bulan terakhir.

AS telah mengambil peran signifikan untuk Manila dalam konflik Marawi.

AS juga menerbangkan pesawat pengintai Orion P3 di Marawi, sementara pasukan Pasukan Khusus AS yang bermarkas di wilayah selatan Mindanao telah mengoperasikan pesawat tak berawak.

Kedua bantuan itu bertujuan untuk membantu pasukan Filipina menemukan gerombolan teroris terkait dalam pertempuran yang telah menewaskan lebih dari 600 orang.

Kim mengatakan, AS juga telah mulai mengirimkan  227 kilogram bom, hampir seribu roket, dan ratusan pistol, dan peluncur granat, yang dibeli Filipina.

Dalam beberapa bulan terakhir, Washington juga akan mengirim sistem pengawasan udara militer Filipina.

Lorenzana mengatakan, pesawat pengintai Cessna mampu memantau pergerakan di Marawi, serta wilayah patroli Laut China Selatan yang disengketakan antara Manila dan Beijing.

"Untuk jenis pesawat pengintai ini adalah yang paling modern yang kami miliki. Kami tidak memilikinya sebelumnya," kata Lorenzana.

Baca: Berapa Banyak Teroris Maute yang Masih Tersisa di Marawi?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X