Kompas.com - 25/07/2017, 15:44 WIB
Sisa-sisa Penjara Camp Street yang terbakar saat terjadi kerusuhan terlihat di Georgetown, Guyana, dalam foto yang dirilis 10 Juli 2017. Foto diambil dengan pesawat tak berawak. (Foto: Dokumentasi)
ReutersSisa-sisa Penjara Camp Street yang terbakar saat terjadi kerusuhan terlihat di Georgetown, Guyana, dalam foto yang dirilis 10 Juli 2017. Foto diambil dengan pesawat tak berawak. (Foto: Dokumentasi)
EditorPascal S Bin Saju

GEORGETOWN, KOMPAS.com - Pihak berwenang di Guyana, Selasa (25/7/2017), masih memburu 13 tahanan yang melarikan diri dari penjara, beberapa minggu setelah pembobolan di penjara lainnya.

Polisi di negara yang terletak di Amerika Selatan itu tersebut mengatakan para tahanan menggali sebuah terowongan yang disamarkan sebagai jamban di bawah tembok tinggi untuk melarikan diri dari Penjara Lusignan, sebuah penjara di pantai timur negara itu.

Penjara Lusignan baru-baru ini diperkuat, setelah ratusan narapidana dipindahkan ke sana dari Penjara Georgetown, yang terbakar setelah narapidana menyalakan api untuk memprotes kondisi di penjara dan penundaan persidangan yang panjang.

Baca: Berakhir, Pelarian 2 Napi yang Tembak Mati Sipir di Bus Penjara

Tujuhbelas narapidana tewas dalam kebakaran tahun lalu, dan sebagian besar dari ratusan lainnya yang pernah ditahan di Georgetown telah dipindahkan ke penjara lain.

Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan, 13 orang yang melarikan diri antara Minggu (23/7/2017) malam waktu setempat.

Pada  Senin (24/7/2017) pagi waktu setempat "orang-orang yang benar-benar jahat" melarikan diri dan polisi tersebut meminta masyarakat untuk berhati-hati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat tahanan lainnya yang lolos dari penjara Georgetown yang terbakar itu juga masih buron.

Dengan menggunakan pistol yang diselundupkan ke dalam penjara, mereka melarikan diri dari penjara lebih dari dua minggu lalu setelah membunuh seorang penjaga.

Baca: Polisi Meringkus 159 Tahanan yang Kabur dari Rutan Pekanbaru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.