Dua Jet Tempur China Cegat Pesawat Pengintai AS di Laut China Timur

Kompas.com - 25/07/2017, 11:21 WIB
Pesawat pengintai Angkatan Laut AS EP-3E Aries  dikawal oleh pesawat perang elektronik EA-18G Growler sedang melakukan flyby di atas kapal induk USS Harry S Truman di Teluk Arab, 24 April 2016. (Foto: Dokumentasi) US Navy via Navy TimesPesawat pengintai Angkatan Laut AS EP-3E Aries dikawal oleh pesawat perang elektronik EA-18G Growler sedang melakukan flyby di atas kapal induk USS Harry S Truman di Teluk Arab, 24 April 2016. (Foto: Dokumentasi)
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dua jet tempur China mencegat pesawat pengintai Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Timur pada akhir pekan lalu.

Salah satu di antaranya mendekati dalam jarak sekitar 300 kaki atau 91 meter dari pesawat AS, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (25/7/2017), merujuk keterangan seorang perwira militer AS di Washington DC, Senin (24/7/2017) waktu setempat.

Pejabat AS tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, laporan awal menunjukkan salah satu jet tempur J-10 China cukup dekat dengan pesawat EP-3 milik AS yang membuat jet pengintai AS itu balik arah.

Salah satu pejabat mengatakan, jet China dipersenjatai dan penyergapan itu terjadi pada posisi sekitar 148 km dari kota Qingdao, China.


Baca: Dua Jet Tempur China Cegat Satu Jet AS di Laut China Selatan

Pentagon mengatakan, pertemuan antara kedua pesawat itu membuat situasi tidak aman. Namun, demikian Pentagon, sebagian besar interaksi itu berlangsung aman.

Insiden pencegatan jet AS oleh jet tempur China itu berlangsung pada Minggu (23/7/2017).

Pada Mei 2017, dua pesawat SU-30 China mencegat pesawat AS yang dirancang untuk mendeteksi radiasi saat pesawat itu terbang di ruang udara internasional di Laut China Timur.

China memantau secara ketat setiap kegiatan militer AS di sekitar garis pantainya.

Pada 2001, pencegatan pesawat mata-mata AS oleh sebuah jet tempur China menyebabkan terjadinya tabrakan sehingga pilot China tewas.

Pesawat temput AS pun dipaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah tempat di Hainan.

Baca: Dua Jet Pengebom AS Tantang China dengan Lintasi Laut China Selatan

Sebanyak 24 kru pesawat AS ditahan selama 11 hari sampai Washington meminta maaf atas insiden tersebut.

Pertemuan tersebut memperburuk hubungan AS-China pada masa-masa awal masa jabatan pertama Presiden George W Bush.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X