Pangeran Arab Saudi Ditangkap karena Lakukan Kekerasan atas Warga

Kompas.com - 20/07/2017, 20:22 WIB
Penangkapan dilakukan atas perintah langsung Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. 
Manuel Lopez Figueroa Penangkapan dilakukan atas perintah langsung Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.
EditorPascal S Bin Saju

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pangeran Arab Saudi ditangkap karena diduga melakukan kekerasan fisik dan lisan atas beberapa orang, seperti terlihat dalam sebuah rekaman video.

Raja Salman bin Abdulaziz yang langsung memerintahkan penangkapannya setelah menyebarnya video tersebut secara luas di internet dan menjadi topik hangat di kawasan negara-negara Arab.

Situs berita Arab News, Kamis (20/7/2017), menyebutkan, tersangka pelaku kekerasan adalah Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Musaed bin Saud bin Abdulaziz Al Saud.

Rekaman video yang memperlihatkan penangkapan pangeran muda itu juga beredar di internet dan dipuji oleh warga Saudi di internet.

Baca: Bunuh Seorang Warga, Pangeran Arab Saudi Dihukum Mati

Pangeran muda dengan rambut hitam panjang itu tampak mengenakan kaus berwarna hitam.

Selain memerintahkan penangkapan, Raja Salman juga meminta semua yang terlibat dalam aksi kekerasan atas warga harus ditangkap dan tidak boleh dibebaskan sampai ada keputusan pengadilan Syariah Islam.

Raja menambahkan, langkah itu ditempuh untuk mencegah aksi kekerasan dan perlakuan kejam, terlepas dari status seseorang, seperti dilaporkan situs Al Arabiya.

Rekaman video – yang beredar selama beberapa hari – dilaporkan, terlihat juga pistol digunakan untuk memukul dan menakut-nakuti orang. Di baju beberapa korban kekerasan tampak darah.

Penegakan hukum yang cepat dan langsung ini bukan pertama kali ditempuh atas keluarga kerajaan.

Baca: Selingkuh, Putri Saudi Diberi Suaka, Takut Dirajam

Bulan Oktober 2017, Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan Pangeran Turki bin Saud bin Turki bin Saud Al-Kabeer dieksekusi di Riyadh setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang warga, Adel bin Suleiman bin Abdulkareem Al-Muhaimeed.

Pernyataan kementrian menyebutkan bahwa pangeran menembak mati Al-Muhaimeed dalam sebuah perkelahian berkelompok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X