Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/07/2017, 19:49 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Otoritas Malaysia melarang penyiaran lagu "Despacito" di radio dan televisi negara setelah para kritikus di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu mengeluhkan liriknya melanggar kesopanan.

Larangan itu diumumkan di Radio Televisyen Malaysia (RTM) milik pemerintah, Rabu (19/7/2017) oleh Salleh Said Keruak, Menteri Komunikasi dan Multimedia, namun lagu itu masih bisa diputar di stasiun-stasiun swasta dan platform dalam jaringan (daring).

"Dengan demikian, RTM tidak akan menayangkan lagu itu lagi di stasiun televisi atau stasiun radionya dengan segera," kata menteri tersebut seperti dirilis Reuters, Kamis (20/7/2017), menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil atas pengaduan dari masyarakat.

Baca: "Despacito" Paling Banyak di-"Streaming" Sepanjang Sejarah

"Keputusan ini hanya berlaku untuk RTM," tambahnya. "Semua stasiun televisi dan radio lainnya dipandu oleh proses evaluasi mereka sendiri terhadap Kode Konten Komunikasi dan Multimedia."

Sayap perempuan dari partai Islam Malaysia, Amanah, telah meminta lagu dengan "lirik melanggar kesopanan" itu dilarang.

"Saya melihat ini sebagai masalah serius karena lagu tersebut dinyanyikan oleh kaum muda tanpa mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut," kata pejabat Amanah, Atriza Umar, dalam sebuah pernyataan.

Lagu “Despacito” pertama kali dirilis pada Januari 2017 di Spanyol oleh penyanyi Puerto Rico, Luis Fonsi, dan rapper Daddy Yanke.

Kemudian dalam versi remix lagu itu menampilkan Justin Bieber dan menduduki puncak tangga lagu di 35 negara di dunia, serta mendominasi di radio.

Baca: Pecah Rekor, "Despacito" Paling Sering Diputar Online

Lagu tersebut juga diperdengarkan sebanyak 4,6 miliar kali dan menjadikannya lagu berbahasa Spanyol paling sukses sepanjang masa.

Malaysia sebelumnya telah memblokir pelepasan (perilisan) film-film Hollywood yang dianggap menyinggung nilai-nilai agama.

Perilisan film Walt Disney "Beauty and the Beast" ditunda tahun ini setelah pihak sensor memotong “momen gay” – yang  menampilkan sesama jenis -  dalam  film.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com