Setelah 22 Tahun Dibubarkan, Militer Haiti Dibentuk Kembali

Kompas.com - 18/07/2017, 22:02 WIB
Seorang personel militer Haiti mengawasi barisan para pemuda yang mendaftar untuk bergabung dengan angkatan bersenjata yang kembali dibentuk setelah dibubarkan 22 tahun lalu. HECTOR RETAMAL / AFP Seorang personel militer Haiti mengawasi barisan para pemuda yang mendaftar untuk bergabung dengan angkatan bersenjata yang kembali dibentuk setelah dibubarkan 22 tahun lalu.
|
EditorErvan Hardoko

PORT AU PRINCE, KOMPAS.com - Di sebuah pangkalan militer, dua baris panjang yang terdiri dari ratusan laki-laki dan perempuan menunggu kesempatan wawancara untuk bergabung dengan militer Haiti.

Setelah selama berpuluh tahun diwarnai kudeta dan pengaruh militer, pada 1995 pemerintah Haiti memutuskan untuk membubarkan angkatan bersenjata negeri itu.

Namun, setelah lebih dari 20 tahun, pemerintah Haiti ingin membangun kembali angkatan bersenjatanya.

Rencana itu menarik minat ratusan pemuda Haiti yang selain ingin menjalankan tugas patriotik juga mendapatkan pekerjaan layak di negeri yang diwarnai kemiskinan dan pengangguran ekstrem itu.

Baca: Mau Jadi Saksi ke Pengadilan, Mobil Mantan Presiden Haiti Ditembaki

Untuk tahap pertama, pemerintah akan merekrut 500 pemuda berusia 18-25 tahun untuk bergabung dengan kemiliteran.

"Banyak pemuda yang setelah lulus SMA tak mendapatkan pekerjaan, jadi ini adalah kesempatan bagi mereka untuk bekerja sekaligus mengabdi kepada negara," kata Kapten Louicin Dieudonne, petugas perekrutan di pangkalan militer Leogane tak jauh dari ibu kota Port-au-Prince.

Proses seleksi sudah dimulai pada Senin (17/7/2017) dan akan terus berlanjut selama pekan ini.

Pembentukan kembali angkatan bersenjata ini penting di saat pasukan perdamaian PBB akan mengakhiri tugas selama 13 tahun di negeri termiskin di benua Amerika itu.

Misi Stabilisasi PBB untuk Haiti (MINUSTAH) dibentuk pada 2004 untuk mengatasi kekerasan menyusul lengsernya Presiden Jean-Bertrand Aristide.

Misi MINUSTAH ini dijadwalkan akan meninggalkan Haiti pada Oktober mendatang setelah kondisi negeri itu membaik serta suksesnya pemiihan umum menyusul kisruh politik selama dua tahun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X