Kompas.com - 18/07/2017, 18:32 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MOSUL, KOMPAS.com - Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun asal Jerman yang bergabung dengan ISIS ditangkap pasukan Irak di Kota Tua Mosul.

Linda W, seperti disebut media Jerman, ditemukan pasukan Irak bersama seorang perempuan Jerman lainnya tengah bersembunyi di dalam sebuah terowongan.

Linda, meski masih remaja, disebut-sebut sebagai salah seorang penembak jitu alias sniper ISIS.

Sejumlah foto yang diunggah ke media sosial memperlihatkan remaja perempuan itu sedang digiring pasukan Irak setelah ditemukan di Kota Tua Mosul.

Dalam sejumlah foto itu, wajah Linda terlihat pucat, ketakutan, dan sekujur tubuhnya ditutupi debu. Dia tak mengenakan kerudung tetapi di lehernya terlilit sebuah syal beraneka warna.

Baca: Dubes Irak: Kehilangan Mosul adalah Pukulan Moral untuk ISIS

Awalnya, tentara Irak menduka dia adalah gadis Yazidi yang diculik ISIS karena bahasa Arab perempuan itu tak terlalu baik.

Menurut harian Bild, Linda kabur dari kediamannya di Saxony satu tahun lalu. Dia kemudian pergi ke Istanbul sebelum menuju ke perbatasan Suriah.

Dari sana, Linda menyeberang perbatasan Suriah-Irak dengan bantuan sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS.

Kelompok itu kemudian menyerahkan Linda kepada seorang anggota ISIS yang diyakini adalah orang yang merekrutnya lewat internet dan meyakinkannya untuk pergi ke Suriah.

Linda, yang kini bernama Umm Maryam, kemungkinan besar masuk ke Mosul sebelum militer Irak melancarkanm operasi besar untuk merebut kembali kota itu.

Sementara itu, pemerintah negara bagian Saxony di ibu kota Dresden mengatakan, Linda kini tengah menjalani pemeriksaan terkait keterlibatannya dalam persiapan aksi kekerasan di negara bagian itu.

Namun, penyelidikan atas diri Linda ditunda karena perempuan itu tak berada di Jerman.

Selain Linda, dikabarkan empat perempuan asal Jerman juga ditemukan pasukan Irak pekan lalu di dalam terowongan yang dibangun ISIS.

Pasukan Irak mengatakan, di lokasi keempat perempuan Jerman itu mereka juga menemukan senjata api dan sabuk bom bunuh diri yang kemungkinan akan digunakan untuk menyerang prajurit Irak.

Baca: Setelah Mosul Direbut Kembali, Berakhirkah Perang Melawan ISIS?

Mereka adalah bagian dari kelompok pejuang perempuan yang terdiri dari 20 orang yang berasal dari Rusia, Turki, Kanada, dan Chechnya.

Sejauh ini belum diperoleh kabar apakah para perempuan itu akan dideportasi ke Jerman atau tetap ditahan pasukan Irak.

Namun, awal tahun ini, seorang hakim senior Irak mengatakan, bahwa seluruh warga asing yang menjadi anggota ISIS akan diadili di Irak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Telegraph


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.