Eropa Batasi Ekspor Perahu Karet untuk Cegah Arus Imigran

Kompas.com - 18/07/2017, 14:07 WIB
Para imigran dan pengungsi diselamatkan oleh kapal Topaz Responder yang dipakai LSM asal Malta dan Palang Merah Italia, dalam operasi penyelamatan di Laut Tengah, 2 November lalu.  ANDREAS SOLARO / AFPPara imigran dan pengungsi diselamatkan oleh kapal Topaz Responder yang dipakai LSM asal Malta dan Palang Merah Italia, dalam operasi penyelamatan di Laut Tengah, 2 November lalu.
EditorPascal S Bin Saju

BRUSSELS, KOMPAS.com - Uni Eropa telah bersepakat untuk membatasi ekspor perahu karet ke Libya, Senin (17/7/2017), di Brussels, Belgia.

Kesepatan itu diambil oleh para menteri luar negeri blok 28 negara itu sebagai upaya untuk mempersulit terjadi perdagangan manusia, khususnya menyelundupkan migran ke Eropa. 

Langkah Uni Eropa itu juga meliputi mesin tempel dan merupakan upaya untuk membantu Libya bisa mencegah arus imigran ke Italia yang menjadi pintu masuk utama ke Eropa.

"Kami mengambil keputusan pembatasan yang mulai berlaku hari ini untuk ekspor dan suplai perahu karet dan mesin tempel ke Libya," ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP, Selasa (18/7/2017).

Baca: 1.300 Imigran yang Dievakuasi dari Laut Mediterania Tiba di Sisilia

"Ini semua merupakan peralatan yang digunakan oleh para pelaku perdagangan manusia untuk menjalankan aksi mereka," kata Mogherini.

Mantan Menlu Italia itu menambahkan, "Keputusan yang kami ambil di tingkat Uni Eropa akan mempersulit bisnis dan hidup mereka." 

Uni Eropa mengatakan, pihaknya kini memiliki alasan legal untuk mencegah penjualan perahu karet dan mesin tempel ke Libya jika ada alasan kuat tentang kemungkinan sarana tersebut dipakai oleh para pelaku perdagangan manusia. 

Peraturan baru itu juga akan berlaku untuk sarana serupa yang singgah di Uni Eropa sebelum masuk ke Libya, kebijakan yang secara teori akan berdampak terhadap China sebagai produsen utama perahu karet dan mesin tempel.  

Baca: Foto Bayi Migran Tewas di Laut Mediterania Mengharukan Dunia

Nelayan dan berbagai pihak lain yang memiliki landasan yang sah untuk menggunakan perahu karet dan mesin tempel masih dapat melakukan impor. 

Namun, blok Uni Eropa bisa menolak memberikan izin impor dan ekspor kepada pihak yang memasok perangkat-perangkat tersebut kepada para pelaku perdagangan manusia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X