Kompas.com - 14/07/2017, 18:57 WIB
|
EditorErvan Hardoko

"Salah satunya adalah memberikan pelayanan yang baik untuk semua orang sehingga mereka tak merasakan adanya perbedaan perlakuan, tak terisolasi, dan tak merasa dimarjinalkan," lanjut Salih.

"Mereka akan dilibatkan dalam pembangunan, boleh menjadi anggota militer, ikut ambil bagian dalam pengambilan kebijakan, berbagai hal lainnya," Salih menegaskan.

Sehingga, dia berkata, jika mereka merasakan tak ada perlakuan yang berubah dan mereka tak dimarjinalkan maka tak ada alasan bagi mereka untuk kembali ke ideologi kekerasan.

"Namun ini adalah tugas semua lapisan bangsa Irak para ilmuwan, akademisi, hingga jurnalis untuk membawa mereka ke jalan yang benar," Salih menegaskan. 

Baca: Rebut Masjid Agung Nuri di Mosul, Irak Nyatakan ISIS Sudah Hancur

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.