Kompas.com - 13/07/2017, 21:09 WIB
|
EditorErvan Hardoko

Polisi Rusia kini masih memburu Ruslan Mukhudinov, juga asal Chechnya, yang disebut sebagai dalang pembunuhan.

Meski para terdakwa sudah dijatuhi hukuman, putri Nemtsov, Zhanna Nemtsova mengatakan, kasus pembunuhan ayahnya tetap tak terungkap.

"Kami tak melihat adanya keinginan Komite Investigasi untuk menemukan dalang yang memerintahkan dan merencanakan pembunuhan ini," kata Zhanna lewat akun Facebook-nya.

Sementara sekutu terdekat Nemtsov, Ilya Yashin membandingkan hukuman yang dijatuhkan kepada Dadayev dengan situasi serupa yang menimpa sutradara asal Ukraina Oleg Sentsov.

Baca: Protes Pembunuhan Tokoh Oposisi Rusia, Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan

Pada Agustus 2015, secara kontroversial Sentsov dinyatakan terbukti merencanakan serangan teror di Rusia.

"Para pembunuhan Nemtsov menerima hukuman yang sama seperti Oleg Sentsov, yang tak membunuh siapapun. Itu yang perlu Anda semua ketahui dari sistem peradilan Rusia," kata Yashin lewat akun Twitter-nya.

Nemtsov adalah mantan deputi perdana menteri Rusia yang sekaligus pengkritik paling keras terhadap berbagai kebijakan Presiden Vladimir Putin.

Perlawanannya terhadap pemerintah kerap membuat Nemtsov menjadi sasaran kelompok pro-Kremlin.

Sebelum tewas, Nemtsov mengatakan, sudah lama dia menjadi sasaran peretasan, penyadapan, dan kampanye hitam berbagai media pro-pemerintah.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.