Kompas.com - 13/07/2017, 13:42 WIB
Lula da Silva, mantan Presiden Brasil, divonis penjara hampir 10 tahun pada Rabu (12/7/2017) di Brasilia. Associated PressLula da Silva, mantan Presiden Brasil, divonis penjara hampir 10 tahun pada Rabu (12/7/2017) di Brasilia.
EditorPascal S Bin Saju

BRASILIA,  KOMPAS.com - Mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, dijatuhi hukuman penjara hampir 10 tahun, Rabu (12/7/2017), waktu setempat karena terbukti secara sah melakukan korupsi, dan menerima suap.

Vonis pengadilan merupakan pukulan berat yang dijatuhkan kepada pemimpin sayap kiri tersebut dan sekaligus bukti kuat adanya penyalahgunaan kekuasaan politik yang menyebabkan kekacauan ekonomi di negara terbesar di Amerika Latin itu.

Lula da Silva, yang menjadi Presiden Brasil paling berpengaruh antara tahun 2003-2010, divonis bersalah dan harus dipenjara selama 9,5 tahun karena menerima sogokan satu apartemen mewah di tepi pantai dan uang 1,1 juta dollar.

Namun hakim anti-korupsi Sergio Moro, yang menjatuhkan hukuman tersebut, mengatakan Lula da Silva yang berusia 71 tahun akan tetap bebas selama proses banding, demikian dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Kamis (13/7/2017) WIB.

Baca: Diduga Tersangkut Korupsi Minyak Nasional, Mantan Presiden Brasil Ditahan

Para pengacara Lula da Silva telah mengatakan akan segera mengajukan banding.

"Kami mengajukan banding dan akan membuktikan bahwa ketidakbersalahannya," kata pengacara Lula da Silva.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Moro, Lula da Silva bersalah karena menerima uang suap lebih dari 1,1 juta dollar dari sebuah perusahaan dan menggunakannya untuk memugar apartemennya di tepi pantai.

Pemimpin karismatik itu meninggalkan jabatannya dengan popularitas tinggi dan dipuji karena mampu menarik jutaan orang Brasil keluar dari kemiskinan dan mengubah negara terbesar di belahan selatan Amerika itu menjadi pemain penting di panggung dunia.

Kasus itu merupakan bagian penyelidikan korupsi secara masif yang berpusat pada perusahaan minyak milik negara, Petrobras, yang menyebabkan puluhan pemimpin perusahaan dan politisi terjerat kasus hukum.

Baca: Yudhoyono Sambut Da Silva di Bawah Tangga

Lula da Silva telah berulang kali menolak tudingan menerima suap selama atau setelah masa jabatan kepresidenannya.

Mantan Presiden Brasil yang paling berpengaruh itu telah menggambarkan penyelidikan terhadap dirinya oleh Moro sebagai kampanye untuk mencegahnya untuk kembali berkuasa.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.