Kompas.com - 05/07/2017, 21:39 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

KAIRO, KOMPAS.com -  Aparat keamanan Mesir sejak awal Juni lalu menahan empat mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Mereka ditangkap di sekitar kota Samanud, sekitar 130 km arah utara kota Kairo, dan ditahan di kantor polisi kota tersebut, demikian laporan Kompas.com dari Kairo, Mesir, Rabu (5/7/2017). 

Empat mahasiswa itu, adalah Rifai Mujahidin al Haq asal Balikpapan, Adi  Kurniawan  asal  Bandung, Achmad Affandy Abdul Muis asal Lampung, dan Mufqi Al Banna.

KBRI Kairo dalam keterangan persnya menyebutkan, pihaknya menerima laporan penangkapan itu pada 6 Juni 2017 melalui Hotline KBRI Kairo dari Rifai Mujahidin al Haq, salah satu mahasiswa yang ditangkap tersebut.

Baca: Mesir-Indonesia Ingin Bangun Pemahaman Islam Moderat

Informasi yang diperoleh KBRI dari beberapa teman korban bahwa penangkapan atas mahasiswa Indonesia tersebut terjadi saat mereka hendak membeli bahan makanan untuk berbuka puasa di pasar.

Menurut informasi dari seorang mahasiswa yang berada di Kota Samanud bahwa penangkapan itu dilakukan oleh polisi saat melakukan razia.

Polisi menangkap beberapa orang baik warga negara Mesir maupun warga negara asing termasuk WNI yg dicurigai terlibat gerakan radikalisme.

Pihak Keamanan Nasional dan Kepolisian Mesir saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan razia pascaserangan teroris atas Gereja St George di kota Tanta pada 9 April 2017 yang membawa korban tewas 28 orang.

Baca: Bentrokan Pecah di Al-Azhar, Mesir

Juga serangan teroris ke  Gereja St. Markus di Alexandria pada 9 April 2017 yang membawa korban tewas 17 orang,  dan di Kota Minya pada 26 Mei 2017,  yang membawa korban tewas kaum Kristen Koptik sebanyak 28 orang.

Keadaan ini mengakibatkan Pemerintah Mesir melakukan state of emergency yang disetujui oleh Parlemen, 10 April 2017, hingga tiga bulan ke depan dan diperpanjang satu bulan lagi.

Sejak 7 Juni 2017, pihak KBRI berusaha keras bisa membebaskan empat mahasiswa Indonesia tersebut.

Pihak KBRI telah melakukan kunjungan ke Kantor  Polisi Resor Samanud, bersama pengacara dan menyerahkan kelengkapan data-data paspor serta izin tinggal para mahasiswa tersebut yang masih berlaku.

Baca: Hubungan Panjang Indonesia-Mesir  

KBRI juga telah  menghubungi pihak Keamanan Nasional yang menangani kedutaan-kedutaan asing di Mesir.

Pada 21 Juni 2017, KBRI  menemui pula Kepala  Intelijen dan WNA di Kantor Pusat Imigrasi, dan diperoleh informasi  bahwa ada WNI bernama Mufqi Al Banna (Mahasiswa Tingkat I, Fakultas Syariah, Jurusan Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar) sedang di tahan pada Polsek Aga Provinsi El Dakahlia, sekitar 15 Km dari Kota Mansourah (sekitar 130 km arah utara Kota Kairo). Ia juga ditangkap di sekitar kota Samanud.

KBRI juga berkunjung ke Polsek AGA pada Rabu, 21 Juni 2017, dan diterima oleh Kolonel Faiq al Zaki, untuk  menanyakan keberadaan mahasiswa Indonesia yg bernama Mufqi Al Banna itu.

Kapolsek Aga menyampaikan bahwa telah ada keputusan Menteri Dalam Negeri Mesir yang bersifat final dan bahwa empat mahasiswa tersebut akan dideportasi ke Indonesia dalam waktu dekat dengan alasan "keamanan setempat".

Baca: Al-Azhar: Pesona Keislaman Tak Berbatas

Pada tanggal 23 Juni 2017, KBRI mengadakan koordinasi dengan Intelijen Urusan WNA, pada Kantor Pusat Imigrasi di Kairo dan memperoleh keterangan bahwa empat mahasiswa tersebut akan dideportasi setelah Hari Raya Idul Fitri.

Selanjutnya, pihak Intelijen Imigrasi akan meminta kepada keluarga dari empat mahasiswa tersebut untuk  menyiapkan tiket pesawat udara yang akan diberitahukan kepada KBRI Kairo pada kesempatan pertama. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.