Kompas.com - 05/07/2017, 18:10 WIB
Seorang pekerja sedang memeriksa tumpukan ponsel bekas yang akan digunakan sebagai bahan pembuat medali untuk ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Gambar diambil pusat fasilitas daur ulang di Tokyo, Selasa (4/7/2017).  REUTERS/ TORU HANAISeorang pekerja sedang memeriksa tumpukan ponsel bekas yang akan digunakan sebagai bahan pembuat medali untuk ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Gambar diambil pusat fasilitas daur ulang di Tokyo, Selasa (4/7/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

TOKYO, KOMPAS.com - Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo 2020 menginisiasi sebuah proyek pembuatan medali untuk kedua pesta olahraga dunia tersebut.

Dalam proyek ini, Komite Penyelenggara Tokyo 2020 akan memproduksi sekitar 5.000 medali emas, perak dan perunggu untuk ajang Olimpiade dan Paralimpiade.

Uniknya, seluruh medali tersebut akan dibuat dengan menggunakan bahan dasar dari produk elektronik bekas, termasuk telepon selular.  

Paralimpiade adalah sebuah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral.

Cacat ini termasuk dalam ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan, dan mereka yang menderita cerebral palsy.

Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan cidera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran. 

Proyek pembuatan medali ini pun menjadi ujian bagi partisipasi warga negara di Jepang yang bahu membahu menyukseskan pesta olahraga internasional tersebut.

"Kami menargetkan tingkat daur ulang 100 persen, demi menghormati lingkungan dengan menggunakan logam bekas dalam pembuatan medali," demikian pernyataan komite yang dikutip dari laman Tokyo2020.

"Semuanya dilakukan dengan menggunakan keahlian teknologi Jepang."

Gagasan menggunakan logam daur ulang untuk pembuatan medali bukan hal baru. Hal itu telah digunakan di ajang serupa di masa lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X