Kompas.com - 05/07/2017, 17:08 WIB
Buku tulis berkonten ISIS yang disita dari salah satu terduga teroris kasus penyerangan Polda Sumut ditampilkan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta. Jumat (30/6/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusBuku tulis berkonten ISIS yang disita dari salah satu terduga teroris kasus penyerangan Polda Sumut ditampilkan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta. Jumat (30/6/2017)
EditorPascal S Bin Saju

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura mengusir dua tenaga kerja warga negara Indonesia lantaran bersimpati terhadap kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pemerintah Singapura memulangkan dua tenaga kerja wanita asal Indonesia setelah keduanya ketahuan mengalami radikalisasi di dunia maya atau media sosial.

Salah satu TKW tersebut dikabarkan berniat pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror ISIS, seperti dilaporkan Deutsche Welle, Rabu (5/7/2017).

Wakil Menteri Dalam Negeri Singapura, Desmond Lee, mengabarkan kepada parlemen, sejak 2015 pihaknya telah memulangkan sembilan tenaga kerja domestik berkewarganegaraan asing yang ketahuan berhubungan dengan kelompok teror, termasuk kedua TKW Indonesia tersebut.

Baca: KBRI Akan Pulangkan Dua WNI yang Terbebas dari Hukuman Mati

Singapura berulangkali diperingatkan mengenai ancaman serangan teror oleh jihadis asing. Lee mengklaim kedua TKW Indonesia merupakan simpatisan ISIS dan mengalami "radikalisasi melalui media-media sosial."

Meski kedua tersangka tidak merencanakan serangan teror, "kami tidak bisa mentolelir dukungan terhadap ideologi radikal, baik oleh penduduk lokal atau warga negara asing," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Antara 2015 dan 2016 Singapura menangkap 40 tenaga kerja Banglades lantaran isu serupa.  Mereka ditengarai menyiapkan serangan teror di kampung halamannya sendiri.

Enam dari 40 tersangka saat ini masih menjalani masa tahanan di Singapura setelah terbukti terlibat dalam pendanaan terorisme. Sementara sisanya telah dipulangkan.

Baca: Wanita Indonesia yang Datangi ISIS Merasa Ditipu dan Ingin Pulang

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mewajibkan semua warga negara yang pulang dari Suriah untuk menjalani program deradikalisasi selama satu bulan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kebanyakan WNI yang pulang dari Suriah saat ini adalah perempuan dan anak-anak.

"Siapa yang bisa menjamin mereka tidak radikal? Sebagai langkah preventif, kami memberikan mereka pencerahaan melalui program ini," kata Kepala BNPT Suhardi Alius. "Setelah menyelesaikan program, mereka bisa kembali ke rumah masing-masing, katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.