Kompas.com - 05/07/2017, 15:32 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Baca: Kanibalisme Paksaan Terjadi dalam Konflik Sudan Selatan

Amnesty melaporkan, perempuan dan anak perempuan semakin banyak diculik dan diperkosa di Equatoria, wilayah yang menjadi garis terdepan baru dalam konflik bersenjata.

Kondisinya mengerikan terjadi setiap hari, antara lain di Equatoria, sehingga oleh Amnesty wilayah itu dijuluki sebagai “ladang pembunuhan yang mengerikan”.

"Eskalasi pertempuran di wilayah Equatoria telah menyebabkan meningkatnya kebrutalan terhadap warga sipil,” demikian Amnesty.

Pria, wanita, dan anak-anak telah ditembak, dibacok sampai mati dengan parang, atau dikurung di dalam rumah-rumah mereka, lalu dibakar hingga menjadi abu.

"Perempuan dan anak perempuan diperkosa dan diculik, "kata Donatella Rovera, penasihat senior Amnesty.

Joanne Mariner, penasihat Amnesty lainnya, mengatakan, "Ini adalah tragedi yang mengerikan akibat perang ... di Sudan Selatan”.

Baca: Militer Sudan Selatan Memerkosa dan Bakar Anak Perempuan

Setahun yang lalu, Equatoria dapat melayani kebutuhan pangan bagi jutaan orang. Namun, tahun ini “telah berubah menjadi ladang pembunuhan berbahaya, yang telah memaksa hampir satu juta untuk melarikan diri demi keamanan mereka."

Setelah lebih dari setengah abad melakukan perjuangan, Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada pertengahan 2011.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.