Korut Klaim Misil Balistiknya Mampu Jangkau Alaska

Kompas.com - 05/07/2017, 07:11 WIB
Seorang perempuan melintas di depan layar televisi di sebuah stasiun kereta api di Seoul. Siaran televisi itu memperlihatkan berita soal peluncuran misil balistik Korea Utara. JUNG Yeon-Je / AFPSeorang perempuan melintas di depan layar televisi di sebuah stasiun kereta api di Seoul. Siaran televisi itu memperlihatkan berita soal peluncuran misil balistik Korea Utara.
|
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara, Rabu (5/7/2017), mengatakan, misil balistik antarbenua (ICBM) yang diluncurkan pada Selasa (4/7/2017) itu mampu membawa hulu ledak nuklir yang besar dan berat.

Selain itu, pemerintah Korea Utara mengklaim, misil ICBM tersebut memiliki kemampuan untuk melewati atmosfer Bumi dan bisa mencapai Alaska.

Kantor berita KCNA mengabarkanpemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan rasa puasnya saat mengawasi sendiri uji coba misil Hwasong-14 itu.

Baca: Korea Utara Kembali Luncurkan Misil Balistik

KCNA menambahkan, Kim Jong Un bahkan menyebut senjata mematikan tersebut amat tampan seperti seorang anak laki-laki dan dibuat dengan sangat baik.

" Amerika Serikat mencoba menguji determinasi kami dan mengabaikan peringatan kami," demikian Kim Jong Un seperti dikutip KCNA.

Kim Jong Un menambahkan, konfrontasi panjang negeri itu dengan Amerika Serikat telah memasuki tahapan final.

Selama beberapa dekade Korea Utara telah mengembangkan peluru kendali yang mampu membawa hulu ledak ke daratan Amerika Serikat.

Sejauh ini yang belum diketahui soal teknologi persenjataan Korea Utara adalah kemampuan negeri itu membuat hulu ledak nuklir yang bisa diangkut rudal antarbenuanya.

Hal lain yang masih gelap adalah kemampuan rudal-rudal antarbenua Korea Utara untuk selamat saat melalui atmosfer Bumi.

KCNA menepis semua keraguan tersebut dengan mengatakan semua persyaratan teknis termasuk daya tahan terhadap panas dan stabilitas struktur rudal saat kembali menghunjam Bumi, sudah terpenuhi.

Baca: Trump: Kesabaran Kami Menghadapi Korea Utara Sudah Habis

"Di bawah kondisi yang keras termasuk suhu panas hingga ribuan derajat Celcius, tekanan, dan getaran, suhu di dalam hidung misil tetap stabil antara 25-45 derajat Celcius," kata KCNA.

"Misil ini akan terbang dengan sempurna dan akan tepat mengenai sasarannya," KCNA menambahkan. 



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X