Kompas.com - 04/07/2017, 10:48 WIB
EditorErvan Hardoko

Kubu oposisi sempat menuduh pemerintah bertanggung jawab atas kekurangan pangan karena kebijakan Presiden Mugabe dalam menerapkan reformasi agraria mempengaruhi sektor pertanian.

Pria berusia 93 tahun ini menjabat presiden sejak tahun 1987 setelah menjabat perdana menteri sejak tahun 1980.

Baca: Negara Kekurangan Uang, Tentara Zimbabwe Terlambat Gajian

Menteri Keuangan Zimbabwe, Simbarashe Mumbengegwi mengatakan, sebagian besar sapi yang dilelang berasal dari para peternak yang mendapat keuntungan dari reformasi tersebut, seperti diberitakan koran pemerintah Herald.

Sapi merupakan harta berharga di kalangan warga pedesaan di Afika dan kemakmuran keluarga dilihat dari seberapa banyak jumlah sapi yang dimiliki seseorang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.