Kompas.com - 04/07/2017, 08:42 WIB
|
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki, Senin (3/7/2017) mengecam apa yang disebutnya "aksi keras" setelah pasukan penjaga pantai Yunani menembaki sebuah kapal barang Turki di dekat Pulau Rhodes.

Kapten kapal barang itu, Haluk Sami Kalkavan, kepada media massa Turki mengatakan, kapal pasukan penjaga pantai Yunani mendekati kapalnya yang melintas di perairan internasional.

Para penjaga pantai itu, lanjut Kalkavan, meminta agar dia membawa kapalnya merapat ke pelabuhan Rhodes dan langsung melepaskan tembakan saat Kalkavan menolak perintah itu.

Kalkavan melanjutkan, awak kapal yang dinakhodainya itu menghitung setidaknya 16 peluru bersarang di kapal tersebut meski tidak lubang-lubang peluru itu tidak akan membuat kapal barang itu tenggelam.

Baca: Penjaga Pantai Selamatkan Anak Kucing dengan Napas Mulut ke Mulut

Sementara, pasukan penjaga pantai Yunani mengklaim mereka berusaha menghentikan kapal itu karena mendapatkan telepon dari seseorang yang tak disebutkan namanya terkait kapal Turki itu.

Orang dalam telepon itu melaporkan bahwa kapal barang Turki tersebut membawa narkotika dan tengah melintas di perairan Yunani.

"Tembakan peringatan dilepaskan, tetapi kapal itu terus melaju. Kami sudah melaporkan insiden tersebut ke aparat berwenang di Turki," demikian pernyataan pasukan penjaga pantai Yunani.

Namun, Ankara mengecam peristiwa itu dan menuduh Yunani membahayakan nyawa para kru kapal tersebut.

"Tak ada penjelasan apapun yang bisa membenarkan penembakan terhadap sebuah kapal dagang tak bersenjata yang tengah berlayar di antara dua pelabuhan Turki," kata Kemenlu Turki.

Kantor berita Turki, Anadolu mengabarkan, pasukan penjaga pantai Turki kemudian mengerahkan dua kapalnya dan AL mengirim kapal perang ke lokasi tempat insiden tersebut berlangsung.

Kapal barang itu kemudian mendapat pengawalan hingga masuk kembali ke perairan Turki dan para awaknya dimintai keterangan.

Baca: Pasukan Penjaga Pantai AS Tembak Kapal Ikan Iran

Meski Turki dan Yunani adalah sama-sama anggota NATO yang seharusnya bersekutu, kedua negara kerap berseteru soal perbatasan terutama di perairan.

Belum lama ini, pemerintah Turki juga dibuat berang oleh keputusan pengadilan Yunani yang menentang ekstradisi para pejabat militer Turki yang kabur ke Yunani usai kudeta gagal tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Telegraph
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.