Sekjen PBB Tunjuk Hakim Perancis Pimpin Panel Kejahatan Perang Suriah

Kompas.com - 04/07/2017, 07:10 WIB
Gambar udara yang menunjukkan bagian dari penjara Sednaya di dekat Kota Damaskus, Suriah, yang dibagikan oleh pihak Departemen Luar Negeri AS, Senin (15/5/2017).  Department of State/Handout via REUTERSGambar udara yang menunjukkan bagian dari penjara Sednaya di dekat Kota Damaskus, Suriah, yang dibagikan oleh pihak Departemen Luar Negeri AS, Senin (15/5/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

NEW YORK, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, Senin (3/7/2017), menunjuk Catherine Marchi-Uhel, hakim dari Perancis untuk memimpin sebuah panel internasional.

Panel internasional itu bertugas untuk mengumpulkan bukti kejahatan perang dalam konflik di Suriah yang telah berlangsung selama enam tahun.  

Catherine Marchi-Uhel, sebelumnya bertindak sebagai hakim internasional di Kosovo, Kamboja, dan di pengadilan kejahatan perang untuk negara bekas Yugoslavia.

Dia selanjutnya, akan memimpin panel Suriah yang berkedudukan di Jenewa.

Baca: AS: Demi Lenyapkan Jasad Napi, Suriah Bangun Krematorium di Penjara

Saat ini, Marchi-Uhel bekerja dalam komite Dewan Keamanan PBB yang berurusan dengan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al-Qaeda.

Penunjukan Marchi-Uhel ini terkait dengan pembentukan panel internasional yang ditetapkan Majelis Umum PBB pada bulan Desember.

Panel internasional semacam itu akan membantu mengumpulkan bukti, yang dapat digunakan dalam kasus-kasus penuntutan kejahatan perang, di masa depan.

Selama ini, tercatat lebih dari 320.000 orang telah terbunuh di Suriah.

Komisi Penyelidik PBB telah mendokumentasikan kasus-kasus penyiksaan, pembunuhan, dan kekejaman lainnya, di balik angka pembunuhan tersebut.

Disebutkan, pembunuhan itu dilakukan oleh semua pihak yang bertikai di Suriah.  

Baca: 30 Hari Paling Mematikan, 472 Warga Sipil Tewas di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.