Kompas.com - 04/07/2017, 06:55 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Sheikh Mohammed sebelumnya mengatakan bahwa daftar tuntutan tersebut "ditolak".

Lalu, pengacara Inggris untuk Qatar pun mengecam tuntutan tersebut sebagai penghinaan terhadap hukum internasional.

"Tindakan  tersebut mengingatkan pada tindakan ekstrim dan menghukum negara-negara pengganggu yang secara historis menghasilkan perang," kata para pengacara tersebut.

Di malam hari, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengungkapkan harapannya tentang adanya tanggapan positif untuk dapat menyelesaikan krisis.

Jubeir mengatakan hal itu dalam sebuah konferensi pers dengan koleganya dari Jerman Sigmar Gabriel di Jeddah.

Jika 13 butir tuntutan tersebut dipenuhi, maka blokade terhadap negeri kecil itu bakal diakhiri.

Arab Saudi dan sekutunya bersikukuh persyaratan yang mereka ajukan tak bisa dinegosiasikan lagi.

Pekan lalu, keempat negara pemblokade Qatar ini bertemu di Kairo, Mesir untuk mendiskusikan langkah selanjutnya.

Dubes Uni Emirat Arab untuk Rusia Omar Ghobash sempat menyebut Qatar bisa saja menghadapi sanksi baru jika tak memenuhi persyaratan yang diajukan.

Baca: Qatar Sebut 13 Tuntutan Arab Saudi Tak Masuk Akal

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.