Kompas.com - 03/07/2017, 07:42 WIB
|
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi dan sekutunya mengabulkan permintaan Kuwait untuk memperpanjan tenggat waktu selama 48 jam bagi Qatar untuk memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi agar blokade terhadap negeri kecil itu diakhiri.

Sebelumnya, Arab Saudi mengajukan 13 butir tuntutan yang harus dipenuhi Qatar selama 10 hari yang tenggat waktunya berakhir pada Minggu (2/7/2017).

Kantor berita Kuwait KUNA tanpa menyebut bahwa Qatar menolak persyaratan itu menyebut, Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah meminta Arab Saudi dan tiga negara lainnya untuk memberikan perpanjangan waktu 48 jam.

Baca: Qatar Kecam Arab Saudi karena Tolak Negosiasi

Permintaan Kuwait ini disampaikan dalam kapasitas negeri itu sebagai mediator krisisi diplomatik tersebut.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni lalu karena menuding negeri itu menjadi sponsor terorisme.

Setelah dua pekan memblokade Qatar, Keempat negara itu mengirim 13 butir tuntutan ke pemerintah Doha untuk mengakhiri blokade.

Sejak saat itu tak ada kabar soal tanggapan resmi pemerintah Qatar terhadap pengajuan persyaratan itu.

Namun, Kemenlu Qatar pernah mengatakan bahwa negeri itu tak akan memenuhi persyaratan yang memang sengaja dibuat untuk ditolak.

Pada Sabtu (1/7/2017), Menteri Luar Negeri Qatar  Mohammed bin Abdulrahman al-Thani justru menawarkan "kondisi yang layak untuk menggelar dialog" demi mengakhiri krisis.

Baca: Tuntutan Negara Arab kepada Qatar Sulit Dipenuhi

"Semua orang paham bahwa persyaratan itu dibuat untuk mengganggu kedaulatan Qatar, membungkam kebebasan berbicara, dan memberlakukan mekanisme audit terhadap Qatar," ujar Al-Thani di Roma, Italia.

"Kami yakin dunia diperintah bukan dengan ultimatum, kami yakin dunia dikelola dengan hukum internasional, dunia dijalankan dengan aturan yang melarang negara besar menekan negara yang lebih kecil," dia menegaskan.

Meski demikian, Arab Saudi dan sekutunya bersikukuh persyaratan yang mereka ajukan tak bisa dinegosiasikan lagi.

Pekan lalu, keempat negara pemblokade Qatar ini bertemu di Kairo, Mesir untuk mendiskusikan langkah selanjutnya.

Dubes Uni Emirat Arab untuk Rusia Omar Ghobash sempat menyebut Qatar bisa saja menghadapi sanksi baru jika tak memenuhi persyaratan yang diajukan.

Beberapa tuntutan yang diajukan antara lain menutup stasiun televisi berita Al Jazeera dan menutup pangkalan militer Turki di negeri itu.

Tuntutan lain adalah mendesak Qatar memutusk hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin dan beberapa kelompok lain seperti Hezbollah, Al-Qaeda, dan ISIS.

Baca: Penutupan "Al Jazeera" Jadi Salah Satu Syarat Pencabutan Isolasi Qatar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.