Kapal Perang AS Berlayar di Laut China Selatan, Beijing Berang

Kompas.com - 03/07/2017, 06:48 WIB
Pembangunan di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, menurut citra satelit yang direkam pada 9 Maret 2017, yang dirilis oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI). CSIS/AMTI/Digital Globe/ReutersPembangunan di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, menurut citra satelit yang direkam pada 9 Maret 2017, yang dirilis oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI).
EditorGlori K. Wadrianto

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China berang, dan mengecam keras keberadaan sebuah kapal perang Amerika Serikat yang berlayar di dekat sebuah pulau yang disengketakan di wilayah Laut China Selatan.

Pulau tersebut kini diklaim dan diduduki China.

Atas insiden tersebut, Beijing menyebut tindakan itu sebagai bentuk provokasi politik dan militer yang serius.

Hal itu disebut dapat memicu ketegangan dalam hubungan antara kedua negara.

Beijing mengirim kapal-kapal militer dan pesawat tempur untuk menanggapi peringatan dari kapal AS tersebut.

Hal itu dikatakan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang, dalam sebuah pernyataan tertulis Minggu malam (2/7/2017), seperti diwartakan kantor berita Xinhua, yang dikutip AFP.

Kapal perusak USS Stethem melewati wilayah kurang dari 12 mil laut dari Pulau Triton kecil di Kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu disebutkan seorang pejabat AS kepada AFP.

Operasi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kebebasan navigasi di perairan yang disengketakan.

Hal itu terjadi hanya beberapa jam sebelum panggilan telepon yang telah dijadwalkan antara Presiden AS Donald Trump dan koleganya, Presiden China Xi Jinping.

"Pihak Chinamendesak pihak AS untuk segera menghentikan operasi provokatif semacam itu yang melanggar kedaulatan China dan mengancam keamanan China," kata Jurubicara China.

Dia menambahkan, Beijing akan mengambil semua cara yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.

Baca: China Bangun Fasilitas Militer Baru di Laut China Selatan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.