Kompas.com - 30/06/2017, 18:32 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JENEWA, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyuarakan kemarahan atas permintaan dari negara-negara Teluk untuk menutup lembaga penyiaran berbasis di Qatar, Al-Jazeera.

Permintaan itu disebutkan sebagai bentuk serangan yang tak terhingga terhadap hak kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Baca: Penutupan Al Jazeera Jadi Salah Satu Syarat Pencabutan Isolasi Qatar

Tuntutan untuk menutup Al Jazeera merupakan salah satu dari 13 tuntutan yang disampaikankan kepada Qatar, agar bisa lepas dari blokade negara-negara Teluk.  

Keempat negara tersebut telah memberi Qatar tenggat waktu 10 hari untuk melakukan implementasi, dan berakhir pada 4 Juli mendatang.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra'ad Al Hussein mengaku sangat prihatin dengan permintaan agar Qatar menutup jaringan Al Jazeera.

Hal itu disampaikan Jurubicara Rupert Colville kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Jumat (30/6/2017).

"Apakah Anda melihatnya atau tidak suka dengan sudut pandang editorialnya, saluran Arab dan Inggris Al Jazeera sah, dan memiliki jutaan pemirsa," kata dia.

"Permintaan agar mereka segera ditutup, menurut pandangan kami, merupakan serangan yang tidak dapat diterima atas hak kebebasan berekspresi dan berpendapat."

Colville menekankan, negara-negara yang mengeluarkan isu tentang apa yang disiarkan di saluran televisi negara-negara lain, bebas untuk diperdebatkan oleh publik.

"Untuk mendesak agar saluran semacam itu ditutup sangat luar biasa, belum pernah terjadi sebelumnya, dan jelas tidak masuk akal," kata dia.

Dengan dukungan Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain, Saudi mengumumkan pada 5 Juni bahwa mereka menangguhkan semua hubungan dengan Qatar.

Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok ekstremis. Sebuah klaim yang dibantah oleh Doha.

Selanjutnya, negara-negara itu menutup wilayah udara dan memblokade satu-satunya batas daratan Qatar.

Colville mengatakan, Zeid mendesak kelima negara untuk mengambil tindakan dalam menyelesaikan perselisihan ini dengan cara yang tenang, masuk akal, dan halal.

Menurut dia, negara-negara Teluk harus memastikan bahwa tindakan yang mereka lakukan tidak berdampak pada hak asasi manusia.

Baca: Wikileaks Sebut UEA Pernah Minta AS Mengebom Al Jazeera

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.