Kompas.com - 29/06/2017, 16:51 WIB
Tim penyelamat membantu anak-anak naik ke sebuah truk setelah diselamatkan dari rumah mereka di sebuah desa di pinggiran Marawi, Filipina, Rabu (31/5/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. AFP PHOTO / TED ALJIBETim penyelamat membantu anak-anak naik ke sebuah truk setelah diselamatkan dari rumah mereka di sebuah desa di pinggiran Marawi, Filipina, Rabu (31/5/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
EditorGlori K. Wadrianto

MANILA, KOMPAS.com - Militer Filipina mengaku menemukan 17 mayat yang dimutilasi di Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan.

Brigadir Jenderal Rolando Bautista dari Angkatan Darat Filipina, menyebutkan, mayat-mayat itu ditemukan Rabu kemarin.

Penemuan mayat-mayat itu terjadi saat tentara dan petugas polisi melakukan operasi pembersihan di dekat kawasan Gadungan, salah satu areal di Kota Marawi yang hancur.

Mayat-mayat ini ditemukan setelah pecah konflik bersenjata di kota berpenduduk 200.000 orang yang mayoritas beragama Islam, sejak lima pekan terakhir.

Baca: Butuh 69.000 Tenda di Marawi, Otoritas Filipina Sediakan Rp 175 Miliar

Selama masa itu pula, pasukan militer Filipina berjuang mengatasi perlawanan bersenjata yang dilakukan gerombolan teroris Maute dan Abu Sayyaf, di wilayah tersebut.

"Mayat-mayat itu diyakini sebagai warga sipil yang dibunuh dengan sia-sia oleh teroris Maute dan Abu Sayyaf," kata Rolando Bautista seperti dikutip dari laman New York Times.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah manifestasi dari kebrutalan mereka. Mereka membunuh warga sipil tak berdosa dengan darah dingin," kata Bautista lagi.

Penemuan mengerikan tersebut terjadi saat tentara pemerintah berusaha merebut kembali kota itu.

Kini jumlah teroris yang masih bertahan di sana diperkirakan telah menyusut menjadi antara 150 dan 200 orang.

Penemuan mayat-mayat itu menambah panjang daftar korban tewas dalam konflik tersebut.

Kini tercatat ada 44 warga sipil, 71 tentara dan petugas polisi yang tewas. Sementara, di kubu gerombolan teroris diperkirakan ada 299 orang yang sudah mati.

Baca: Teroris di Marawi Paksa Warga Sipil Jadi Budak Seks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.