Kompas.com - 29/06/2017, 15:22 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Perdana Menteri Australia saat itu, Julia Gillard, mengatakan dirinya tidak ingin melihat anak-anak mendekam di penjara Australia dan menyadari akta kelahiran Ali telah diajukan pada masa persidangan namun pengadilan berkeras menganggap Ali sebagai pria dewasa.

Sebulan kemudian, Jaksa Agung kala itu, Nicola Roxon, memerintahkan Ali dibebaskan dari Penjara Albany dan dideportasi ke Indonesia.

Baca: Australia Adili Penyelundup Manusia Asal Bima

Meski demikian, pembebasan tersebut tidak mengubah status Ali sebagai narapidana.

Kini, Senator Sarah Hanson-Young telah mendapat dukungan parlemen Australia untuk menggelar penyelidikan terhadap bagaimana aparat bisa memenjarakan sebanyak 23 anak Indonesia di penjara untuk orang dewasa.

Penyelidikan ini telah dimulai pada 10 Mei.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.