Kompas.com - 29/06/2017, 07:22 WIB
Presiden Rodrigo Duterte menghibur istri seorang personel marinir yang gugur dalam pertempuran di Marawi menghadapi militan Maute. Sejauh ini sudah 58 tentara Filipina tewas dalam baku tembak di Marawi. TED ALJIBE / AFP Presiden Rodrigo Duterte menghibur istri seorang personel marinir yang gugur dalam pertempuran di Marawi menghadapi militan Maute. Sejauh ini sudah 58 tentara Filipina tewas dalam baku tembak di Marawi.
EditorPascal S Bin Saju

MARAWI, KOMPAS.com - Lima warga sipil yang kepalanya dalam keadaan terpenggal ditemukan pada Rabu (28/6/2017) di Marawi, Mindanao, Filipina selatan,  wilayah yang dikuasai kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Militer memperingatkan bahwa jumlah warga yang tewas karena "kekejaman" pemberontak Maute, yang telah berbaiat kepada kelompok teroris ISIS, bisa meningkat tajam saat pasukan pemerintah mengambil alih kendali lebih banyak titik di lapangan. 

Lima korban terpenggal itu adalah bagian dari 17 jenazah yang ditemukan petugas keamanan saat beroperasi di Marawi.

Semua jenazah diamankan untuk menjadi bukti pertama bahwa warga-warga sipil, yang terjebak di kota Marawi yang terkepung, telah dipenggal kepalanya saat kota diduduki selama lima pekan oleh para pegaris keras yang setia kepada kelompok ISIS.

Baca: Teroris di Marawi Paksa Warga Sipil Jadi Budak Seks

Keterangan itu diungkapkan oleh sejumlah warga yang kabur dari kota tersebut. 
Sudah sekitar 71 personel pasukan keamanan dan 299 anggota ISIS dari kelompok milisi Maute tewas sementara 246.000 orang terpaksa mengungsi karena konflik. 

Konflik itu muncul setelah upaya untuk menangkap seorang komandan militan Filipina yang didukung kepemimpinan ISIS mengalami kegagalan pada 23 Mei. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyatakan janji akan menumpas para milisi di Marawi dan mengatakan Filipina saat ini menghadapi "situasi yang sangat berbahaya" gara-gara para warga muda Muslim terinspirasi dengan "kegilaan massal" kelompok ISIS.

"Yang mereka lakukan adalah membunuh dan menghancurkan, dan membunuh dengan cara brutal," katanya dalam suatu acara. 

Saat acara tersebut, Duterte menerima ratusan penembak jitu serta senapan penyerang, yang merupakan sumbangan dari China untuk membantu operasi militer di Marawi. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.