Kompas.com - 27/06/2017, 10:28 WIB
Seorang bocah yang terluka ditangani di sebuah rumah sakit di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017), menyusul serangan yang diduga mengandung gas beracun. Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. AFP PHOTO / OMAR HAJ KADOURSeorang bocah yang terluka ditangani di sebuah rumah sakit di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017), menyusul serangan yang diduga mengandung gas beracun. Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad, diperkirakan sedang mempersiapkan sebuah serangan baru dengan menggunakan senjata-senjata kimia yang berdampak buruk, yakni “pembunuhan massal” warga sipi.

Washington mengatakan hal itu pada hari Senin (26/6/2017) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis, Agence France-Presse (AFP).

Gedung Putih memberikan peringatakan keras bahwa tindakan rezim Assad itu akan “dibayar dengan harga sangat mahal” jika mereka jadi melakukannya.

Menurut Gedung Putih, apa yang dipersiapkan rezim Assad saat itu serupa dengan tindakan mereka menjelang serangan gas beracun ke kota Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada awal April 2017.

Baca:  Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

"AS telah mengidentifikasi sebuah persiapan yang secara potensial adalah serangan senjata kimia yang baru oleh rezim Assad, yang mungkin akan mengakibatkan pembunuhan massal warga sipil, termasuk anak-anak tidak bersalah," kata juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer.

"Kegiatan itu mirip dengan persiapan yang dilakukan rezim Suriah sebelum serangan senjata kimia pada 4 April 2017," demikian Spicer merujuk serangan ke Khan Sheikhoun, Provinsi Idblib.

Assad, didukung oleh sekutu dekatnya Rusia, telah menolak tudingan bahwa pasukannya telah menggunakan senjata kimia dalam serangan ke kota Khan Sheikhoun.

Bahkan rezim Damaskus menyebut tudingan itu sebagai "100 persen adalah insapan jempol” belaka.

Assad juga berulangkali mengatakan, pasukan Suriah telah menyerahkan sebuah cadangan senjata kimianya kepada PBB pada 2013 atas fasilitasi Rusia untuk menghindari aksi militer AS.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.