Kompas.com - 27/06/2017, 07:52 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Menggunakan sistem monitor canggih yang secara konstan kereta tersebut bisa mengecek pergerakan kecepatan dan pelambatan secara otomatis dalam keadaan darurat.

Baca: Bangun Kereta Cepat, Thailand-Malaysia Bimbang Pilih China atau Jepang

GM China Railway Corp sebagai operator KA Fuxing, Lu Dongfu, mengatakan bahwa keretanya sangat mendukung kebutuhan moda transportasi kereta cepat dalam pembangunan sosial dan ekonomi China, demikian dilaporkan People’s Daily.

China merupakan pemilik jaringan perkeretaapian terbesar di dunia. Panjang jalurnya pada 2016 ialah 22.000 kilometer atau 60 persen dari total panjang jaringan kereta api dunia.

Beijing-Shanghai merupakan ruas jalur kereta api tersibuk di China yang setiap hari dilalui 50.500 orang per hari. 

Sebelum Fuxing beroperasi, kereta peluru China yang telah hadir disebut "Hexie" atau Harmony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.