Australia Kirim Pesawat Pengintai ke Filipina Selatan

Kompas.com - 23/06/2017, 22:38 WIB
Militer Filipina berjalan di sebelah kendaraan lapis baja ringan V-300 mereka setelah menyerang militan pro-ISIS di Kota Marawi, Filipina, Jumat (2/6/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. AFP PHOTO / TED ALJIBEMiliter Filipina berjalan di sebelah kendaraan lapis baja ringan V-300 mereka setelah menyerang militan pro-ISIS di Kota Marawi, Filipina, Jumat (2/6/2017). Pertempuran berdarah terjadi antara militer Filipina dengan pasukan Maute di Marawi dalam upaya menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Pesawat pengintai Angkatan Udara Australia (RAAF) dikerahkan ke wilayah udara Filipina selatan untuk membantu negara itu mengatasi konflik bersenjata yang didalangi kelompok teroris.

Saat ini sudah lebih dari satu bukan, konflik di wilayah Marawi terjadi.  Ratusan orang disandera dan sejauh ini lebih dari 20 warga sipil terbunuh.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan, pesawat pengintai berteknologi tinggi dari Royal Australian Air Force akan beroperasi di wilayah selatan Mindanao.

"Ancaman regional dari terorisme, khususnya dari ISIS dan para teroris asing, merupakan ancaman langsung bagi Australia dan kepentingan kami," kata Payne.

"Australia akan terus bekerja sama dengan mitra di Asia Tenggara untuk melawan kelompok itu," tambahnya.

Dia mengatakan, Filipina telah menerima tawaran dua pesawat AP-3C Orion dari Australia untuk memberikan dukungan pengintaian kepada Angkatan Bersenjata Filipina.

"Saya baru saja berbicara dengan mitra Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengenai bagaimana Australia dapat membantu Filipina dalam perang melawan ekstremis," kata Payne.

"Kami menyepakati cara terbaik mengalahkan terorisme di wilayah kita adalah bekerja sama," kata Payne lagi.

Hampir seluruh penduduk Marawi yang berjumlah 200.000 telah melarikan diri. Militer Filipina menggunakan jet-jet tempur dan helikopter untuk melumpuhkan teroris.

Jatuhnya Marawi ke tangan militan yang bersekutu dengan ISIS, termasuk militan dari Timur Tengah, mengkhawatirkan negara-negara Asia Tenggara.

Kelompok radikal yang kian tersingkir di Irak dan Suriah - mencoba membangun posisi pertahanan di Mindanao, sehingga bisa mengancam kawasan ini.

Baca: Seberapa Penting Keterlibatan Indonesia Menggempur ISIS di Marawi?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X