Hari Ini dalam Sejarah: Rakyat Inggris Pilih Keluar dari Uni Eropa

Kompas.com - 23/06/2017, 18:30 WIB
Hasil akhir referendum Uni Eropa (UE) di Inggris, Kamis (23/6/2016), menunjukkan, 51,9 persen pemilih menghendaki negara itu keluar dari blok UE, setelah 43 tahun bergabung. DPA/A DelvinHasil akhir referendum Uni Eropa (UE) di Inggris, Kamis (23/6/2016), menunjukkan, 51,9 persen pemilih menghendaki negara itu keluar dari blok UE, setelah 43 tahun bergabung.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Hari ini tepat satu tahun lalu, warga Inggris memberikan suaranya dalam sebuah referendum untuk menentukan masa depan negeri itu dalam keanggotaan Uni Eropa.

Jumlah warga Inggris yang memberikan suara cukup besar yaitu 72,2 persen dari seluruh pemilik suara.

Setelah penghitungan suara, 51,9 persen atau 17,4 juta suara memilih Brexit, istilah yang digunakan untuk menyebut keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sedangkan warga yang menginginkan Inggris tetap dalam pakta ekonomi itu sebanyak 16,1 juta atau 48,1 persen.

Ini adalah kali pertama sebuah negara anggota Uni Eropa menggelar referendum untuk memutuskan keluar dari pakta ekonomi itu.

Hasil itu merupakan kekalahan telak bagi PM David Cameron yang langsung menyatakan mundur dari jabatannya tak lama setelah  hasil referendum diumumkan.

Pada 2010, Cameron menjadi perdana menteri dengan komitmen untuk membawa Inggris memainkan peran aktif dan enerjik dalam Uni Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintahan Cameron kemudian menerbitkan undang-undang yang mengatur perlunya referendum untuk mendorong sebuah pemindahan wewenang dari negara anggota ke Uni Eropa.

Pada Januari 2013, di bawah tekanan para anggota parlemen anti-Uni Eropa di dalam partainya sendiri, Partai Konservatif dan semakin kuatnya Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP), membuat Cameron berjanji menggelar referendum  "Brexit" jik partainya memenangkan pemilu 2015.

Tujuan utama Cameron sebenarnya adalah melakukan negosiasi hubungan baru Inggris dengan Uni Eropa dan memenangkan dukungan publik agar Inggris terus menjadi anggota Uni Eropa.

Baca: Pasca-Brexit, Warga Inggris Berlomba Dapat Paspor Jerman

Setelah Partai Konservatif memenangkan pemilu pada Mei 2015, Cameron berusaha mendapatkan persetujuan terkait empat isu dari negara-negara anggota lain Uni Eropa.

Keempat isu itu adalah perlindungan untuk negara yang tak menggunakan mata uang euro, mempercepat liberalisasi pasar tunggal UE, kedaulatan Inggris, dan pembatasan tunjangan bagi warga Uni Eropa yang bekerja di Inggris.

Pada Februari 2016, menyusul pertemuan dengan Dewan Uni Eropa di Brussels, Cameron mengatakan, sudah tercapai kesepatan atas keempat isu yang diusungnya. Sehari kemudian, Cameron menentukan 23 Juni 2016 untuk menggelar referendum.

"Pilihan ada di tangan Anda, tetapi rekomendasi saya sudah jelas. Saya yakin Inggris akan lebih aman, kuat, dan baik dengan tetap menjadi anggota Uni Eropa," kata Cameron kepada rakyat Inggris.

Namun, para penentang Cameron, termasuk para politisi Partai Konservatif mengatakan, apa yang dicapai Cameron terlalu kecil.

Para politisi ini menuduh Cameron terlalu jauh berkompromi khususnya dalam masalah "kebebasan bergerak" terutama karena menjanjikan tunjangan kesejahteraan bagi para pekerja dari negara Uni Eropa.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.