Kompas.com - 22/06/2017, 21:03 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

CHICAGO, KOMPAS.com - Barisan panjang para pelayat yang menanti kesempatan masuk ke auditorium SMA Wyoming terlihat pada Kamis (22/6/2017).

Mereka adalah para pelayat yang hendak menyampaikan ungkapan bela sungkawa untuk meninggalnya Otto Warmbier, beberapa hari lalu.

Warmbier dalah mahasiswa Amerika Serikat yang dipenjara di Korea Utara, dan dikembalikan para pekan lalu dalam keadaan sekarat.  

Tempat persemayaman jenazah Warmbier berada di negara bagian Ohio di mana pemuda 22 tahun itu berasal. Selanjutnya, dia akan dimakamkan di Cincinnati.  

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Warmbier menjalani hukuman kerja paksa karena mencuri poster politik dari sebuah hotel di Korea Utara.

Dalam evaluasi medis, Warmbier berada dalam keadaan koma setelah 18 bulan mendekam di penjara Korut.  

Pemuda itu dikatahui menderita kerusakan otak para, dan menghembuskan nafas terakhir di sebuah RS di Cincinnati, Senin lalu.

Presiden Donald Trump menegaskan, penahanan Warmbier yang berujung kematian tersebut merupakan aib.  

Ruang auditorium di sekolah menengah atas di mana Warmbier menamatkan sekolahnya pada tahun 2013, dipadati sekitar 2.500 pelayat.

Laporan pandangan mata tersebut disiarkan jaringan televisi WCPO yang berafiliasi dengan ABC dan dikutip AFP.  

Dalam kesempatan itu, Senator AS Rob Portman dari Ohio menyoroti dukungan masyarakat atas apa yang diterima keluarga Warmbier selama tragedi tersebut.

"Proses ini telah menjadi jendela bagi cinta dan kebaikan. Hari ini kita melihat yang baik dan cinta, yang akan diungkapkan melalui pencurahan dukungan untuk Otto dan keluarganya ini," kata Portman.

Seperti pejabat tinggi AS lainnya, Portman juga mengkritik perlakuan Korea Utara terhadap Warmbier. Dia menyebut perlakukan yang dalami Warmbier amat mengerikan.

"Dia seharusnya tidak pernah ditahan," kata dia.

"Orang-orang Korea Utara perlu diperhitungkan hal itu," sambung dia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jim Mattis juga mengatakan bahwa kesabaran AS terhadap Pyongyang hampir habis.

"Untuk melihat seorang pemuda pergi ke sana dengan sehat dan,setelah tindakan kejahatan ringan, pulang ke rumah dalam keadaan sekarat, ini melampaui pemahaman hukum, kemanusiaan," kata Mattis.

Baca: Presiden Korsel Tuding Korut di Balik Kematian Otto Warmbier

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.