Kompas.com - 22/06/2017, 19:15 WIB
Prajurit Uni Soviet dengan senapan mesinnya mencoba menghadang invasi Jerman di dekat kota Tula pada November 1941. WikipediaPrajurit Uni Soviet dengan senapan mesinnya mencoba menghadang invasi Jerman di dekat kota Tula pada November 1941.
|
EditorErvan Hardoko

Sejak awal tahun 1942, Tentara Merah sedikit demi sedikit berhasil memukul mundur tentara Jerman dari wilayah Uni Soviet.

Gagalnya Hitler menaklukkan Uni Soviet terbukti menjadi titik balik dalam jalannya perang di Eropa.

Dengan menyerang Uni Soviet, Jerman membuka front timur yang menyedot banyak sumber daya manusia dan militer Jerman.

Sibuknya Jerman meladeni Uni Soviet membuat sekutu bisa melakukan serangkaian serangan dari front barat dan dari arah Afrika.

Uni Soviet juga menjadi lokasi terjadinya beberapa pertempuran terbesar dalam Perang Dunia II seperti pertempuran Kurks dan Stalingrad.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Evakuasi Tentara Inggris dari Dunkirk Berakhir

Hasil operasi Barbarossa tak lebih dari sebuah kehancuran bagi angkatan perang Jerman.

Pada 22 Juni 1941, saat operasi ini dimulai, AD Jerman atau Wehrmacht memiliki 209 divisi dengan 163 divisi tempur.

Pada 31 Maret 1942, atau kurang dari setahun setelah operasi Barbarossa digelar, Wehrmacht tinggal memiliki 58 divisi dengan kapabilitas tempur.

Operasi Barbarossa, meski diakhiri dengan kekalahan Jerman, mengakibatkan korban tewas yang sangat besar di kedua belah pihak.

Di pihak Jerman dan sekutunya lebih dari 1 juta tentaranya tewas. Sedangkan di pihak Uni Soviet korban tewas mencapai hampir hampir 3 juta orang.

Dari sisi kerugian peralatan, Jerman kehilangan 2.800 pesawat terbang dan 2.830 buah tank. Sedangkan Uni Soviet kehilangan 21.200 unit pesawat terbang dan 20.500 buah tank.

Akibat invasi Jerman ini, ekonomi Uni Soviet nyaris hancur dengan 1.710 kota dan 70.000 desa hancur dengan hampir 26 juta warga Uni Soviet tewas akibat pertempuran atau kelaparan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.